Breaking News:

Korupsi RS Batua Makassar

13 Tersangka RS Batua, Dirkrimsus Polda Sulsel Sebut Sejak Awal Tander Sudah Niat Korupsi

13 orang yang ditetapkan tersangka, masing-masing mempunyai peran berbeda.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri (kiri) didampingi Kasubdit Tipidkor Kompol Fadli (kanan) saat merilis pengungkapan kasus pembangunan Rumah Sakit Batua yang berlangsung di kantor Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (2/8/2021) siang. Dalam rilis tersebut, Subdit Tipidkor Ditkrimsus Polda Sulsel menetapkan 13 tersangka kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua, Makassar. Di antaranya berinisial dokter AN (pengguna anggaran 2018), doktor SR (kuasa pengguna anggaran 2018), MA (PPTK), FM, HS (Pokja 3), NW, AS, MK, AIAS (kuasa direktur), AEH (direktur perusahaan), DR, APR, RP. Total kerugian sesuai penghitungan BPK sebesar Rp 22 miliar sekian. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus korupsi pembangunan RS Batua Makassar menyeret 13 nama yang telah ditetapkan tersangka oleh Subdit Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel, Senin (2/8/2021) siang.

Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri mengatakan, para tersangka memang talah berniat sejak awal melakukan tindak pidana korupsi pada pembangunan rumah satu tipe C tersebut.

"Sudah ada (persekongkolan dari awal). Dari awal proses tender, niat jahat itu sudah terbentuk dari awal. Jadi kita bicara Tipikor, ini bicara niat," kata Kombes Pol Widoni didampingi Kasubdit Tipidkor, Kompol Fadli.

Lebih jauh Widoni menjelaskan ke 13 orang yang ditetapkan tersangka, masing-masing mempunyai peran berbeda.

"Peran-perannya ada. Pelaksananya ada, berkaitan dengan mengeluarkan anggaran ada, ini sudah kita kondisikan dari awal. Ini masih kita tetapkan terangkan ini masin dalam tahap penyelidikan kami dan temuan dari BPK," tuturnya.

"Termasuk aliran masuknya dana, pasti ada semua (perannya). Mereka tidak akan mengelak dari pemeriksaan ada. Jadi yang melaksanakan ada, yang membagi-bagi ada," sambungnya.

Pihaknya juga menegaskan, penyelidikan atas kasus itu tidak akan berhenti sampai di 13 nama yang telah ditetapkan tersangka.

"Untuk sementara waktu masih gelar perkara kami yang kami tentukan tersangka. Nanti ini masih bisa berkembang lagi, bukan hanya 13 tersangka ini. Tidak putus sampai di sini," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Subdit Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel menetapkan 13 tersangka kasus korupsi pembangunan RS Batua, Makassar.

Hal itu diungkapkan Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri saat merilis pengungkapan kasus itu di kantornya, Senin (2/7/2021) siang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved