Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PON XX Papua

Profil Muhammad Irfan Ibrahim Atlet Anggar Sulsel di PON XX Papua

Ia optimis dengan latihan disiplin, rasa optimis menjadi pemenang serta doa, medali emas bisa dibawa pulang ke Sulsel.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi
Atlet Anggar Sulsel, Muhammad Irfan Ibrahim 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Muhammad Irfan Ibrahim merupakan salah satu atlet cabang olahraga anggar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di usia 22 tahun ia telah mengikuti sejumlah kompetisi di tingkat lokal, regional hingga nasional. Prestasi pun berhasil ditorehkan.

Putra bungsu dari pasangan Ibrahim dan Nusidah ini telah pernah meraih juara tiga beregu foil di Kejuaraan Nasional antar PPLP, PLPD dan Pelajar tahun 2015.

Kemudian meraih juara pertama foil putra Kejuaraan Daerah Anggar se-Sulsel. Juara dua foil putra Kejuaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel XVI.

Di ajang Kejurnas 2018, pencapaian terbaik Irfan di delapan besar foil putra dan beregu foil putra. Pada Pra PON 2019 juga di delapan besar.

Di PON XX Papua, pemuda kelahiran Makassar 15 Juli 1999 ini turun di kelas foil putra. Ia target raih medali emas.

Ia optimis dengan latihan disiplin, rasa optimis menjadi pemenang serta doa, medali emas bisa dibawa pulang ke Sulsel.

"Bismillah saya yakin dengan latihan yang giat, training sparing yang selalu dilakukan dan berdoa, saya optimis bisa mendapatkan medali," ungkapnya Minggu (1/8/2021)

Dikatakan Irfan, untuk mencapai target tentunya berat Namun, dengan keyakinan yang teguh, ikhlas menjalani, semua akan menjadi ringan untuk mencapai target.

"Saya ingin membuktikan kalau generasi saya harus lebih berprestasi. Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi motivasi untuk lebih berprestasi," katanya.

Olahraga anggar mulai ditekuni oleh Irfan ketika lulus sekolah menengah pertama tahun 2014.

Sosok pelatih Aryanto yang memanggil untuk bergabung dengan anggar.

Ia pun melihat peluang bisa berprestasi di anggar.

Sebab waktu itu, anggar masih menjadi olahraga yang sepi peminat.

"Waktu itu saya melihat olahraga anggar ini masih kurang peminat, jadi saya berpikir peluang untuk berprestasi sangat bagus. Saya senang dan bangga bisa diberi kesempatan mengikuti olahraga anggar ini," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved