Persib Bandung
Ingat Eka Ramdani? Pernah Dicap Penghianat oleh Bobotoh Persib Bandung, Begini Kabarnya Sekarang
Di pertengahan tahun 2000-an, Eka Ramdani tengah jadi bintangnya Persib Bandung
Dia memutuskan pensiun karena ingin fokus terhadap kelurganya.
Kabar Terbaru

Namun kabar terbaru di awal 2021 ini menyebutkan Eka Ramdani bergabung dengan Persikasi Bekasi yang akan berlaga di Liga 3.
Hal ini berawal dari unggahan akun Instagram resmi Koni Kabupaten Bekasi yang menyebut telah berhasil mendatangkan dua mantan pemain Persib untuk menembus Liga 2 musim depan.
Keduanya yakni Eka Ramdani dan Yaris Riyadi.
Tentu saja hal ini cukup mengaggetkan lantaran kedua legenda sepak bola Bandung itu sudah lama pensiun sebagai pemain.
Eka menyatakan pensiun pada 2018 lalu setelah di musim terakhirnya membela Persib.
Sementara Yaris lebih lama lagi. Dia menyatakan pensiun pada musim 2012 setelah terkahir kali berseragam PSGC Ciamis.
Selain itu, keduanya pun sudah cukup tua untuk ukuran pemain sepak bola profesional. Eka saat ini berusia 36 tahun sementara Yaris 48 tahun.
Eka mengatakan, statusnya di tim berjuluk Laskar Bendo Item itu bukan sebagai pemain.
Namun perannya lebih kepada asisten pelatih dari Herrie Setyawan selaku juru taktik.
"Saya sebenarnya bantu pak Herrie saja di asisten. Status sebagai asisten pelatih," ujar Eka kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Senin (7/6/2021).
Sementara itu, Yaris dikatakan Eka akan menjalani peran sebagai pemain. Sehingga pemberitaan yang menyebut dirinya datang sebagai pemain, tidak sepenuhnya benar.
Pemain yang pernah membela Persisam Samarinda dan Semen Padang itu mengungkapkan, manajemen pada awalnya memang menawarinya untuk datang ke Persikasi sebagai pemain.
"Sebenarnya dari manajemen, ingin saya main tadinya, saya bilang. Kata saya kalau untuk main enggaklah. Terus meraka, ya gimana atuh kang. Kata saya kalau mau jadi asisten. Kemarin itu ya sudahlah jadi asisten," katanya.
Hanya saja dia tak menutup kemungkinan kembali merumput andai tim pelatih membutuhkannya untuk berlaga.
"Cuman gini, manajemen bilang 'kang atuh kalau misalkan bisa kali main 10-20 menit'. Ada obrolan gitu. Tapi saya itu ya nanti masalah itu kan tergantung pelatih kepala. Cuman untuk status ya asisten pelatih," ucapnya.
Meski bisa saja kembali merumput, Eka menyebut kondisi fisiknya tidak sebugar dulu ketika masih bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Belum lagi kondisi Liga 3 yang memang sangat menuntut kondisi fisik untuk bisa terus bersaing.
Belum lagi ada aturan yang dimana setiap klub harus memiliki mayoritas pemain di bawah usia 23 tahun.
"Cuman kalau saya pribadi saya sudah tidak ketenagaan kalau untuk istilahnya liga 3. Apalagi kan liga 3 yang muda-muda sebenarnya lebih kenceng-kenceng. Kalau sama tenaga saya sudah tidak keimbangi. Tapi ya itu tergantung ke pelatih kepala," ucapnya.
Adapun alasan Eka untuk menerima pinangan Persikasi karena ingin mencari pengalaman setelah kurang lebih tiga tahun melatih di level pembinaan.
Selain itu, tujuan Eka bergabung karena ingin membantu Herrie untuk membawa Persikasi agar bisa lolos ke Liga 2 musim depan.
"Yang pasti pengalaman kan memang untuk melatih itu saya baru baru. Baru mungkin 2-3 tahun. Setelah pensiun dari Persib 2018 itu saya langsung ke UNI. Saya ambil lisensi itu 2019 kalau gak salah level c. Jadi lebih ke pengalaman," ucapnya.
(Tribun Timur / TribunJabar.id )