Breaking News:

Hillary Brigitta

Mengenal Hillary Anggota DPR Surati Jokowi Gegara Casis Bintara Hilang dari Daftar, Kelahiran 1996

Ia ikut menyoroti kontroversi tak lolosnya seorang pemuda di sana yang bernama Rafael Malalangi pada tes calon siswa (casis) Bintara Polri.

Editor: Ansar
grid.id
Hillary Brigitta adalah seorang anggota DPR RI asal Sulawesi Utara. 

Seperti diberitakan Tribunmanado.co.id sebelumnya, anggota DPR RI Dapil Sulut Hillary Brigitta Lasut mengirim surat kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Lystio Sigit Wibowo untuk mempertanyakan nasib Rafael.

“Mengapa terjadi seperti ini. Apakah ini ada permainan atau bagaimana yang pasti saya akan mempertanyakan ini langsung melalui surat kepada Presiden dan Kapolri," ujar Hillary dalam keterangan tertulis ke Tribunmanado.co.id, Kamis (29/07/2021).

Lantas siapa sebenarnya Hillary Brigitta Lasut?

Sosok Hillary Brigitta Lasut

Melansir TribunnewsWiki.com,  Hillary Brigitta Lasut adalah salah satu dari 3 anggota DPR RI termuda yang terpilih dengan suara terbanyak periode 2019-2024 dari Partai Nasdem.

Ia lahir di Manado, 22 Mei 1996.

Hillary Brigitta Lasut adalah anak dari pasangan Elly Engelbert Lasut dan Telly Tjanggulung.

Sang ayah, Elly Engelbert Lasut merupakan Bupati Kepulauan Talaud terpilih periode 2019-2024, serta pernah menjabat selama dua periode yaitu 2004-2009 dan 2009-2012.

Sang ibu, Telly Tjanggulung, merupakan Bupati Minahasa Tenggara masa jabatan 2008-2013.

Lulus dari SD Katolik 01 St. Theresia Manado pada 2009, Hillary Brigitta Lasut melanjutkan pendidikannya ke SMP Kristen Eben Haezar 1 Manado.

Saat masih berusia 14 tahun, ia pernah menjadi peserta Bunaken Teen Idol (2009), Leadership Booth Camp Excelent Leader (2009), dan Miss Manado International School (2009).

Ketika bersekolah di SMA Negeri 1 Manado, Hillary Brigitta Lasut aktif menjadi Ketua OSIS pada tahun ajaran 2013/2014.

Sebelum menjadi ketua OSIS, dia menjabat sebagai Wakil Bendahara 2 OSIS pada tahun 2009 dan Bendahara OSIS pada tahun 2010.

Selama masa kepemimpinannya, Hillary Brigitta Lasut aktif menggelar diskusi dan mengkampanyekan anti narkoba.

Selain itu ia juga terlibat dalam Paskibra Kota Manado pada tahun 2013. (1)

Di bangku SMA juga ia pernah tampil sebagai juara lomba pidato dalam bahasa Inggris.

Lulus dengan 4 besar NEM tertinggi se-Sulut, Hillary Brigitta Lasut memperoleh beasiswa dari Lippo Group untuk mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH).

Selama menjadi mahasiswa, Hillary Brigitta Lasut pernah menjadi pemenang ketiga the Extemporaeous Speech Contest (2011) dan peraih juara II Debat Internal FH UPH (2014). 

Pada tahun 2018, Hillary Brigitta Lasut berhasil menyelesaikan pendidikan S1-nya dengan IP yang memuaskan.

Sebenarnya, ketika lulus kuliah Hillary Brigitta Lasut ditawari menjadi dosen UPH.

Hillary Brigitta Lasut memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke S2 di Washington Law University.

Program pendidikan S2-nya akan selesai pada Desember 2019.

Alasan Hillary Brigitta Lasut memilih menyelesaikan Master Hukum di Washington University adalah untuk ikut serta memperjuangkan kebijakan penegakan hukum & perlindungan HAM yang adil bagi rakyat Indonesia, terutama di Sulawesi Utara. 

Karier

Selain tawaran menjadi dosen, Hillary Brigitta Lasut merupakan salah satu dari dua anak Indonesia yang ditawari Bank Dunia untuk berkantor di Barcelona, Spanyol.

Hillary Brigitta Lasut memilih bekerja sebagai wakil direktur di mall Lippo Group di Jakarta.

Ia dianggap sebagai sosok muda yang visioner dan memiliki jiwa leadership oleh rekan-rekan kerjanya di sana.

Memanfaatkan jaringan internet dan sosial media, Hillary Brigitta Lasut mampu meningkatkan penjualan hampir 100 persen.

Sambil kuliah, ia masih tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil direktur.

Hillary Brigitta Lasut menggunakan penghasilannya untuk keperluan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI seperti mencetak baliho dan kalender.

Hillary Brigitta Lasut termasuk salah satu dari beberapa anak muda yang memberanikan diri terjun ke panggung politik.

Ia kemudian menjadi caleg termuda yang bertarung memperebutkan enam kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut).

Menurutnya, dari segi latar belakang, dirinya termasuk kaum minoritas.

Hillary Brigitta Lasut baru berusia 23 tahun, paling muda, seorang perempuan dan dari kaum minoritas Nasrani, suku Minahasa, masih ada darah keturunan Tiong Hoa, dan dibesarkan di daerah terpencil perbatasan ujung Indonesia di Kabupaten Talaud.

Sehingga hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuknya, namun Hillary Brigitta Lasut mengungkapkan keberaniannya dalam berpolitik.

Kader partai Nasdem ini terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 dengan perolehan suara sebanyak 70.345. (6)

Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Sosok yang menjadi inspirasinya adalah Alexandria Ocazio Cortez, seorang politisi wanita muda Latin yang mengalahkan petahana yang telah menjabat selama 14 tahun dalam pemilu primer New York.

Hillary Lasut, anggota DPR RI 2019-2024 termuda (hillarylasut.com)
Kutipan dari Axendria Ocazio Cortez yang selalu diingat olehnya adalah bahwa orang lain mungkin memiliki uang, tapi dia memiliki rakyat dan suara rakyat adalah suara Tuhan. (7)

Hillary Brigitta Lasut mengatakan akan memberi fokusnya pada dua hal yaitu pendidikan dan kesehatan.

Ia ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Sulut yang menurutnya masih tertinggal.

Selain itu, menurutnya tenaga medis di Sulut masih kurang dan tidak merata penyebarannya. 

Terpilih menjadi anggota DPR dengan usia muda merupakan tanggung jawab besar untuk Hillary Brigitta Lasut.  (*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dan TribunNewsWIki.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved