TRIBUNWIKI
Profil Brigjen Bachtiar Karaeng Leo, Jenderal Sulsel Pejuang Kemerdakaan Lawan Belanda
Sulawesi Selatan baru saja kehilangan salah satu pejuang kemerdekaan, Brigadir Jenderal TNI (purnawirawan) H Bachtiar Karaeng Leo (91).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Sulawesi Selatan baru saja kehilangan salah satu pejuang kemerdekaan, Brigadir Jenderal TNI (purnawirawan) H Bachtiar Karaeng Leo (91).
Pensiunan jenderal bintang satu itu adalah salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia asal Sulsel melawan penjajah Belanda.
Bachtiar dilahirkan di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, 18 Agustus 1930.
Di usia 16 tahun, Bachtiar sudah bergabung barisan tentara pada masa awal revolusi fisik 1946 melawan tentara Belanda.
"Di usia 16 tahun, engkau berperang mempertahankan NKRI, engkau seorang petarung jenderal," kata putra Bachtiar, Hoist Bachtiar kepada Tribun Timur Kamis (29/7/2021).
Hoist bercerita meski seorang militer, sang ayah mendidik anak-anaknya tidak dengan cara militer, tidak kasar.
"Bapak oleh teman-temannya dijuluki Smiling General sangking sering senyum. Di rumah beliau hemat bicara, namun selalu beri apresiasi jika kami melakukan sesuatu yang baik. Kami dididik dengan contoh bukan dengan kata-kata, beliau contoh yang baik," kenang Hoist kepada Tribun Timur.
Berikut profilnya dikutip dari buku biografinya berjudul Menembus Blokade Belanda yang diperoleh Tribun dari putranya, Hoist Bachtiar:
Bachtiar Karaeng Leo ikut bergabung dalam Ekspedisi Sulawesi Selatan pada Desember 1946. Ketika itu ia berangkat dengan pangkat sersan mayor.
Bachtiar juga ikut sebagai prajurit dalam beberapa operasi militer di berbagai tempat.
Pada pembentukan Komando Daerah Militer Hasanuddin, menjabat sebagai Asisten Personel dengan pangkat kapten.
Bachtiar juga menjadi Kepala Staf Penguasa Perang 1960-1971 dengan pangkat mayor.
Ia diangkat sebagai Wakil Ketua DPRD-GR Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Bachtiar mengikuti pendidikan di Sekolah Komando Angkatan Darat tahun 1971 dengan pangkat kolonel.
Kemudian tahun 1972 menjadi perwira bantuan (paban) di Direktorat Sosial-Politik Markas Besar ABRI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/brigadir-jenderal-tni-purnawirawan-h-bachtiar-karaeng-leo-2972021.jpg)