Tribun Sinjai
Polisi Masih Kejar Pelaku Pembunuhan di Mannanti Sinjai
Dalam peristiwa itu selain tiga korban luka akibat senjata tajam, yang lainnya mengalami luka memar.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNSINJAI.COM, TELLULIMPOE - Aparat kepolisian Polres Sinjai, Sulawesi Selatan terkendala mengungkap pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Itu karena terduga pelaku yang telah ditangkap sebelumnya tidak terbuka memberikan keterangan kepada polisi di Sinjai.
"Ada tiga terduga pelaku kami tangkap dan mereka mengakui jika hanya mereka yang terlibat penganiayaan hingga akibatkan seorang korban tewas," kata Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam, Rabu (28/7/2021).
Sementara saksi warga menyebutkan bahwa pelaku penganiayaan pada Minggu (25/7/2021) malam, lebih dari tiga orang.
Dalam peristiwa penganiayaan itu tiga korban mengalami luka sabetan parang dan satu di antaranya mengalami aksi penikaman hingga mengakibatkan meninggal dunia bernama Rustam (18).
Dalam peristiwa itu selain tiga korban luka akibat senjata tajam, yang lainnya mengalami luka memar.
Saksi mengungkap bahwa pelaku lebih dari tiga orang dan menganiaya tujuh remaja di tiga titik lokasi yang berbeda di Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai.
"Terduga pelaku diluar dari tiga orang itu yang sudah ditangkap, kita buru saat ini," katanya.
Ketiga terduga pelaku yang sementara telah ditangkap polisi yakni EG (17), AW, dan WS.
Pasca penganiayaan dan mengakibatkan meninggalnya seorang remaja oleh pihak keluarga tidak menerima.
Mereka mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku penganiayaan dan pembunuhan.
Hingga saat ini motifnya belum terungkap dengan sempurna.
Namun berdasarkan keterangan terduga pelaku mengungkap jika pemicunya saat EG (17) (terduga pelaku utama) ditegur oleh oknum warga setempat karena melintas di Kelurahan Mannanti dengan menggunakan knalpot bising.
Suara knalpot itu mengganggu ketenangan warga di kelurahan itu.
Tak terima EG dengan teguran itu akhirnya cekcok mulut.
Usai cekcok, EG memanggil rekan lainnya di Pakokko, Desa Mannanti mendatangi pusat kota Kelurahan Manannti.
Dan di tempat itu mendapati remaja yang ia duga sebagai warga yang menegurnya saat melintas di kelurahan tersebut.
Sehingga terduga pelaku memukuli para remaja yang ada di depan kios bakso tersebut.
Kini polisi masih mencari saksi lainnya dalam peristiwa itu.
Abustam juga meminta keluarga korban menahan diri dan meminta menyerahkan kasus itu ke polisi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kasat-reskrim-polres-sinjai-iptu-abustam-di-ruang-kerjanya-kamis-172021.jpg)