Motor Yamaha

Tips Perawatan Motor Yamaha saat di Rumah Aja atau di Masa PPKM Darurat

Sehingga, sepeda motor yang biasa digunakan untuk beraktivitas sehari-hari jadi lebih banyak diam di rumah. 

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
Handover
Teknisi sedang melakukan servis pada sebuah motor Yamaha 

Kapasitas oli normal jika permukaan oli masih berada di atas garis lower dan di bawah garis upper pada ujung stik oli. 

Saat melakukan pemeriksaan kapasitas oli, posisi stik oli tidak boleh diulir ke dalam. 

“Selain itu, periksa juga apakah ada kebocoran oli di sekitar mesin atau tidak,” jelasnya.

Ketiga adalah kondisi accu atau battery

Untuk beberapa tipe motor, pada bagian spidometer sudah dilengkapi dengan indikator tegangan baterai. 

Pengendara bisa langsung melihat dan memeriksa tegangan aki pada sepeda motor. 

Kondisi baterai, bisa dikatakan baik jika memiliki tegangan lebih dari 12.4 volt. 

Sementara itu, motor yang belum dilengkapi dengan indikator tegangan baterai bisa melakukan pemeriksaan dengan menggunakan cara sederhana, yaitu dengan memfungsikan electric starter. 

Jika masih mumpuni, bisa diartikan kondisi aki dalam kondisi baik. 

“Disarankan, jika sepeda motor jarang digunakan secara rutin, hidupkan sepeda motor untuk melakukan pengisian tegangan aki supaya tidak drop,” ujar Susandy.

Keempat adalah sistem pengereman

Pada sistem rem, yang umum digunakan ada dua model, yaitu rem hidrolik dan rem tromol.

Bagi motor yang sudah menggunakan rem hidrolik, periksa ketinggian level minyak rem apabila kapasitas minyak rem berkurang ini bisa disebabkan dari kanvas rem yang sudah mulai tipis. 

Apabila hal ini terjadi, lanjutkan dengan melakukan pemeriksaan ketebalan kanvas rem melalui indikator keausan kanvas rem yang ditunjukkan dengan garis pada sisi kanvasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved