Breaking News:

Tribun Palopo

Mahasiswa KKN Unhas Aksi Donor Darah di Palopo

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 106, menggelar aksi donor darah.

Penulis: Arwin Ahmad | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ARWIN AHMAD
Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 106 menggelar aksi donor darah di Lapangan Pancasila Palopo, Sabtu (24/7/21 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 106, menggelar aksi donor darah.

Kegiatan itu dilaksanakan di Lapangan Pancasila Palopo, Sabtu (24/7/21) mulai pukul 9.30 WITA sampai pukul 13.30 WITA.

Aksi donor darah tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palopo.

Koordinator KKN Unhas Wilayah Palopo, Nurwan Fauzan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program wajib KKN.

Pihaknya menargetkan, bisa mendapat 50 kantong darah, yang kemudian akan distok ke kantor PMI Palopo.

"Ini merupakan program wajib dari kampus untuk KKN, dan hari ini kita menargetkan bisa dapat 50 kantong darah," kata Nurwan ditemui tribun-timur.com di lokasi siang tadi.

Donor diikuti sejumlah mahasiswa dan masyarakat umum, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua PMI Palopo, Haidir Basir menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa penyelenggara.

"Kegiatan seperti ini patut diapresiasi. Apalagi PMI Palopo, tidak hanya memberi pasokan darah untuk Kota Palopo saja namun juga wilayah-wilayah di sekitar Palopo, sehingga kebutuhan darah tentunya sangat tinggi," ujarnya.

Sementara, Sekretaris PMI Kota Palopo, Dedi menyebutkan, stok darah di Kantor PMI Palopo selama pandemi, sangat kurang.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan donor darah.

"Warga diminta tidak ragu untuk donor darah, supaya stok kantong tidak habis. Apalagi kebutuhan darah sangat tinggi," ujar Dedi.

Ia menyebutkan kebutuhan darah di Kota Palopo rata-rata 350 kantong dalam sebulan.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, pemenuhan akan kebutuhan darah sangat sulit kata dia.

"Rata-rata di Palopo 350 kantong Penggunaan darah. Dan karena pandemi jadi sulit sekali didapatkan," imbuhnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved