Presiden Soekarno
Sosok Irma Mamahit, Pramugari Cantik yang Berani Tolak Cinta Presiden Soekarno
Presiden Soekarno tidak hanya menjadi pemimpin Indonesia. Kharismanya membuat banyak wanita terpesona.
Perjuangan Irma untuk menjadi pramugari di pesawat VVIP Skadron 17 AURI sangat tidak mudah.
Ia harus melewati berbagai serangkaian seleksi ketat.
Karena jika diterima disana maka tugasnya ialah melayani Presiden Soekarno dan petinggi negara lainnya saat terbang mengudara.
Suatu hari setelah Irma bekerja sebagai pramugari di Skadron 17 tersebut, ia menghadap Bung Karno.
Rupanya Bung Karno kesengsem melihat penampilan Irma memakai kebaya.
Ia melontarkan pujian kepada Irma yang terlihat cantik memakai kebaya tersebut.
"Saya senang keindahan. Wanita harus selalu rapi, karena inilah yang mencuatkan kepribadian," ujar Bung Karno.
'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' saking sering bertemu saat mengudara dengan Irma sebagai pramugarinya, Soekarno jatuh hati kepadanya.
Bahkan beliau mengganti nama tengah Irma 'Ottenhoff' yang dinilainya kebarat-baratan ala Jerman menjadi Hidayana.
Hidayana sendiri berarti 'Hidayah Tuhan.'
Namun Irma menolak perasaan Soekarno kepadanya.
Ia beralasan tak menaruh perasaan lebih kepada Proklamator itu lantaran usia si Bung sebaya dengan ayahnya, tak menarik bagi hati Irma.
Terlebih Irma menganggap jika mencintai Soekarno maka ia akan menyakiti hati istri-istrinya yang lain.
Bung Karno menghargai sikap dan pendirian Irma tersebut.
Tak lama setelah itu Irma seperti menjilat ludah sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/presiden-ke-1-republik-indonesia-soekarno-35.jpg)