Aksi Satpol PP
Setelah 'Saya Sappol' Kini Muncul Kasus Baru, Wali Kota Marah Besar hingga Camat Kena Semprot
"Bajunya di belakang tulisannya 'Satpol PP', enggak pakai PDH. Seragamnya sama-sama menggunakan kaus oranye," paparnya.
TRIBUN-TIMUR.COM -- Setelah kasus 'Saya Sappol' yang viral di media sosial atas perlakuan kasar oknum pejabat Satpol PP Gowa terhadap masyarakat, kini muncul kasus yang sama di Tangerang Selatan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku baru ini ia telah menegur pihak Satpol PP yang mengancam pemilik angkringan di Pamulang, Tangsel.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, personel Satpol PP yang mengancam pemilik itu merupakan anggota Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP di Kecamatan Pamulang.
Oleh karenanya, Pemkot Tangsel menyampaikan teguran itu melalui perangkat Kecamatan Pamulang.
Benyamin menyatakan, oknum tersebut merupakan personel Trantib Satpol PP non-pegawai negeri sipil (PNS).
"Saya sudah tegur itu Trantib Kecamatan Pamulang, saya sudah tegur camat-nya," ungkap Benyamin melalui sambungan telepon, Rabu (21/7/2021).
"Dia merupakan anggota trantib non-PNS," sambung dia.
Benyamin mengakui bahwa tindakan anggota Trantib Satpol PP itu keliru karena menertibkan dengan cara mengancam dan membentak.
Pihaknya tak hanya menegur perangkat Kecamatan Pamulang saja, tapi turut menegur perangkat kecamatan lainnya di Tangsel agar kejadian serupa tak terulang.
Satpol PP Tangerang Selatan juga tak luput dari peneguran itu.
"Saya berikan atensi dan perhatian juga untuk semua Satpol PP tingkat kota dan kecamatan lainnya," klaim Benyamin.
Cerita pemilik lapak angkringan Pemilik lapak angkringan, Shofwan (24), sebelumnya mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula ketika seorang pelanggan mendatangi angkringan tersebut dan hendak membeli makanan untuk dibawa pulang pada Minggu (18/7/2021) pukul 20.45 WIB.
Pada saat yang bersamaan, sejumlah personel gabungan melakukan patroli dan hendak menutup lapak Shofwan.
Ketika melakukan penutupan, salah seorang petugas Satpol PP Tangsel yang mengenakan baju berwarna oranye membentak-bentak rekan kerja Shofwan, Hamidatur Rhosyadi (24).
Saat Lakukan Penertiban Hamidatur mengaku tidak terlalu hafal bentakan yang diutarakan oleh petugas Satpol PP itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/meme-video-saya-sappol-mana-izinmu-beredar-terkait-kasus-penganiayaan-oleh-oknum-satpol-pp-gowa.jpg)