Breaking News:

Nestapa Yadi yang Gagal Kurban di Idul Adha 1442 H, Uang Habis Seketika karena Hal Sepele

Pupus sudah keinginan Yadi Supardi untuk berkurban pada Idul Adha 1442 H atau tahun ini.

Editor: Edi Sumardi
DOK YADI SUPARDI
Yadi Supardi, warga Kabupaten Garut, Jawa Barat saat memperlihatkan uangnya yang dimakan rayap. Uang senilai Rp 2,9 juta itu awalnya akan dipakai untuk membeli hewan kurban. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sidqi Al Ghifari

GARUT, TRIBUN-TIMUR.COM - Pupus sudah keinginan Yadi Supardi untuk berkurban pada Idul Adha 1442 H atau tahun ini.

Pasalnya, dia tak lagi memiliki uang untuk membeli hewan kurban.

Uang tabungan yang awalnya akan dibelikan hewan kurban habis dimakan rayap.

Yadi adalah warga Kampung Cimaragas Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Saya sudah coba datang ke bank, katanya uangnya tidak bisa diganti karena kerusakannya parah," ujar Yadi saat dihubungi TribunJabar.id, Selasa (20/7/2021).

Ia adalah seorang pedagang dan memiliki warung kecil berukuran 60x150 cm di depan Kantor Kecamatan Garut Kota.

Di masa pandemi seperti ini, warungnya kerap sepi pembeli karena banyaknya penyekatan sehingga mengurangi warga yang berlalu lalang di Kecamatan Garut Kota.

Yadi menjelaskan, ia sudah mengumpulkan uang tersebut sejak satu tahun yang lalu untuk bisa berkurban pada tahun ini.

"Uang tabungan itu saya selipkan di suatu tempat, pas saya buka ternyata rusak dimakan rayap terpaksa gagal kurban tahun ini. Mungkin tahun depan semoga ada kesempatan," ucapnya.

Padahal menurutnya, ia sudah diajak untuk berqurban secara kolektif dengan membeli seekor sapi bersama keluarganya, namun ia menolak karena ingin berqurban sendiri dengan membeli seekor domba.

"Uang yang terkumpul untuk domba itu Rp 2,9 juta. Andai dulu saya ikut menabung bersama saudara mungkin hari ini bisa kurban sapi bersama," ungkap Yadi.

Yadi hanya bisa bersabar menghadapi musibah ini, ia meyakini bahwa peristiwa ini sudah kehendak yang maha kuasa dan ia pun hanya bisa pasrah dengan keadaan.

"Masih beruntung yang hancur itu adalah uang, bukan kesehatan, alhmdulillah saya masih bisa bersyukur hari ini bisa diberi kesehatan sama Allah, meskipun saya tidak punya banyak harta," ungkapnya mengatakan.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved