Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iduladha 1442 H

VIDEO: Mentan Syahrul Yasin Limpo Jamin Stok Hewan Kurban di Sulsel Aman

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Manggala, Kelurahan Antang, Makassar

Tayang:
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Manggala, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggal, Minggu (18/7/2021) pukul 11.40 Wita.

Didampingi Walikota Makassar, Danny Pomanto. Syahrul meninjau kesiapan RPH tersebut menjelang Hari Raya Kurban.

Mulai dari ketersediaan hewan kurbannya, dan kesiapan fasilitas di RPH tersebut.

Setelah berkunjung ke RPH, SYL dan Danny kemudian menuju ke Peternakan Dg Lala di Kabupaten Gowa, untuk memastikan pasokan hewan kurban di Sulawesi Selatan aman.

Sambil melihat-lihat kondisi sapi, SYL juga berbincang dengan Dg Lala selaku pemilik peternakan.

Dg Lala mengaku, meski ditengah pandemi Covid-19, ada kenaikan penjualan di tahun ssbelumnya.

Pada tahun 2020 Dg Lala hanya mampu menjual sekitar 312 hewan kurban, sementara di tahun ini meningkat menjadi 340, dan diperkieakan terus naik sampai 340 ekor.

Syahrul sendiri menerangkan, jika pihaknya telah mengunjungi 10 lokasi di Indonesia, untuk memastikan hewan kurban tetap tersedia.

"Sepuluh titik itu termasuk di Makassar sini, saya bersama walikota sudah melihat seperti apa persiapan kita menghadapi idul kurban, dalam kondisi covid seperti ini," kata SYL saat diwawancarai.

"Seperti arahan bapak Presiden bahw, semua Mentri harus turun mempersiapkan segala sesuatunya, yang dibutuhkan rakyat terutama dalam menghadapi momen-momen khusus seperti idhul kurban ini," lanjutnya

Syahrul membeberkan di Indonesia sendiri, tersedia 1,7 juta ekor hewan kurban, dan menurutnya angka ini sudah mencukupi pasokan daging yang ada.

"Di seluruh Indonesia ada satu juta tujuh ratus tiga puluh enam ribu lebih. Jadi itu kesiapan kita. Sementara kebiasaan penggunaan hanya 1,5 juta ekor," bebernya

Di Makassar sendiri kata Syahrul, yang menjadi sampel di Sulsel, tidak mengalami penurunan pasokan hewan, berbeda dengan daerah lainnya yang mengalami penurunan.

"Ternyata Sulawesi Selatan dan Makassar khususnya kesediaan juga cukup, dibanding dengan apa yang jadi kebutuhan lain," katanya.

"Namun kondisi yang ada bervariasi di setiap wilayah, contohnya jawa, ada penurunan permintaan disekitar 10 persen , di luar jawa ada penurunan permintaan 5 persen, tapi ketersedian cukup, kebutuhan bisa dipenuhi, ada dinamika harga," sambungnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved