Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rayakan Pekan NAIDOC Secara Virtual, Kedubes Australia Ajak Penonton Jelajah Sejarah Suku Aborigin

Pekan NAIDOC adalah kegiatan merayakan sejarah, budaya, dan pencapaian masyarakat Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres . 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
GETTY IMAGES
Orang Aborigin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kedutaan Besar Australia di Jakarta bersama Konsulat Jenderal Australia di Makassar tetap menggelar pekan NAIDOC meski pandemi covid-19.

Pekan NAIDOC adalah kegiatan merayakan sejarah, budaya, dan pencapaian masyarakat Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres . 

Pekan NAIDOC kali ini dikemas secara virtual lewat tur pameran seni temporer Museum Nasional Australia.  Yidaki: Didjeridu and the Sound of Australa.

Tema yang diambil 'Heal Country' atau menyembuhkan negara.

Tema tersebut diambil menyesuaikan dengan kondisi dunia saat ini yang dilanda pandemi covid-19 termasuk Australia.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Kuratorial Pengetahuan Adat, Museum Nasional Australia, Margo Neale.

"Kami mengalami kebakaran, bencana banjir, hingga COVID-19. Orang Aborigin yang tinggal ratusan tahun di Australia selalu merawat bumi," kata Margo Neale saat konferensi pers dengan awak media, Kamis (15/7/2021) .

Margo Neale menjelaskan, lewat tur virtual pameran seni temporer Museum Nasional Australia.  Yidaki: Didjeridu and the Sound of Australa, penonton diperkenalkan soal sejarah pertemuan warga aborigin dengan nelayan Sulawesi Selatan.

Antara orang Yolŋu di timur laut Arnhem Land dan pemeliharaan instrumen Yidaki, serta sejarah orang Yolŋu dan hubungannya dengan para pelaut Sulsel telah terjalin tahun 1700-an.

"Sudah ada hubungan yang terjalin penduduk di Arnhem Land dan orang Sulawesi Selatan. Setiap tahun ada semacam pembaruan hubungan serta transaksi," paparnya.

Hubungannya dari masa ke masa semakin erat, apal lagi ada beberapa orang aborigin yang punya keluarga di Sulsel.

"Ada ritual dan perayaan serta penggunaan bahasa dari Sulawei Selatan yang erat hubungannya dengan orang Aborigin," jelasnya.

Pekan NAIDOC sebelum masa pandemi covid-19, dirayakan dengan semarak.

Selain pengenalan sejarah, juga ada pesta dansa, Setya kegiatan belajar untuk anak-anak untuk mengajarkan budaya seni dan lagu.

Sebagai perayaan lain untuk pekan NAIDOC tahun ini, Kedutaan Besar Australia di Jakarta memfasilitasi kunjungan virtual di Museum of Applied Arts and Sciences (Powerhouse Museum) Sydney.

Diperuntukan bagi siswa Indonesia di bawah program sekolah BRIDGE Australia di beberapa lokasi termasuk Makassa

Untuk mengeksplorasi peran yang dimainkan oleh astronomi di berbagai bagian dalam sejarah Australia. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved