Breaking News:

Tribun Tana Toraja

BPJS Kesehatan Optimalisasi Implementasi Program Rujuk Balik (PRB) di Makale

PRB adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil.

Editor: Hasriyani Latif
BPJS Kesehatan
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan khususnya bagi penderita penyakit kronis, BPJS Kesehatan menyelenggarakan pertemuan bersama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (9/6/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan khususnya bagi penderita penyakit kronis, BPJS Kesehatan menyelenggarakan pertemuan bersama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (9/6/2021).

Pertemuan ini membahas optimalisasi implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan Cabang Makale, Marinus Hardi Sampeliling menjelaskan bahwa PRB adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil.

Dan juga masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas rekomendasi/rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

“Untuk menjadi peserta PRB, seorang peserta dengan cakupan PRB harus dalam kondisi stabil yang dibuktikan dengan Surat Rujuk Balik yang ditandatangani oleh dokter spesialis," katanya via rilis yang diterima tribun-timur.com, Rabu (14/7/2021).

Maka dari itu, kata dia, dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari dokter spesialis untuk memberikan surat rujuk balik dengan informasi yang lengkap terhadap pasien  kronis dengan parameter stabil.

Serta mendapatkan obat yang telah termasuk dalam Formularium Nasional untuk obat PRB.

Lebih lanjut Hardi menjelaskan, penyakit-penyakit yang menjadi cakupan PRB di antaranya diabetes mellitus, epilepsi, hipertensi, gangguan kesehatan jiwa kronik, penyakit jantung, stroke, asma, Sindroma Lupus Eritematosus (SLE), dan PPOK.

Adanya PRB diharapkan dapat mempermudah peserta untuk mengakses pelayanan pengobatan penyakit kronis dengan kemudahan akses  obat di apotek terdekat serta mengurangi antrean di rumah sakit.  

“Untuk mengoptimalkan PRB, peran serta Person In Charge (PIC) PRB sangat diperlukan," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved