Breaking News:

Inspirasi Usaha

Punya Tujuh Cabang di Makassar, Simak Kisah Sukses Khalid Abdul Rahman Pendiri Kaku Food

Mendirikan suatu bisnis membutuhkan berbagai perencanaan dan keuletan yang tak sembarangan.

Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Gerai jajan Kaku Food yang kini telah menjadi favorit masyarakat di Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR -  Kegagalan dalam membangun bisnis merupakan hal yang tidak jarang ditemui, karena mendirikan suatu bisnis membutuhkan berbagai perencanaan dan keuletan yang tak sembarangan.

Pengalaman gagal dalam mendirikan bisnis kuliner pernah dialami oleh sosok Khalid Abdul Rahman, pendiri merek jajan Kaku Food yang kini telah menjadi favorit masyarakat di Makassar. 

Saat itu, ia baru saja mendirikan bisnisnya selama satu bulan, dan terpaksa harus gulung tikar.

Menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan setiap pebisnis, pria berusia 27 tahun ini memulai kembali, dan kini telah berhasil mengelola tujuh cabang Kaku Food yang tersebar di wilayah kota Makassar.

Khalid mengisahkan bagaimana jatuh bangun dirinya menjadi seorang pegiat UMKM.

“Saat itu saya tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Saya terlalu berfokus pada pemasaran dan tidak melakukan riset terlebih dahulu, sehingga produk yang saya tawarkan minim peminat,” kenangnya. 

Belajar dari Kegagalan nya, Khalid kemudian membawa Kaku Food untuk kembali hadir di tengah masyarakat pada akhir tahun 2019.

Kali ini, ia menekankan perencanaan strategis pada lima pilar penting dalam mendirikan suatu bisnis, yakni aspek finansial, produk, personalia, pemasaran, hingga riset dan pengembangan. Menariknya, Khalid menceritakan bahwa Kaku Food besar dan berkembang justru setelah pandemi memasuki Indonesia. 

Di kala pegiat bisnis lain harus terseok-seok dengan pembatasan mobilitas dan menurunnya daya beli masyarakat, sebaliknya Kaku Food malah berhasil melakukan ekspansi hingga ke tujuh cabang.

Ketika ditanya mengenai kunci rahasia bisnis untuk bertahan di situasi pandemi, ia menuturkan bahwa sebuah bisnis harus fleksibel terhadap segala situasi. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved