Tribun Makassar
Kasihan, Sejak November 2020 Honor Nakes yang Tugas di RS 'Plat Merah' Belum Dibayar Pemprov Sulsel
Insentif nakes kata Salehuddin nilanya beragam, tergantung dari total jam kerja yang dikalkulasi selama satu bulan
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tenaga kesehatan harus banyak bersabar, kerja kerasnya selama ini dalam melakukan penanganan terhadap pasien covid belum dibayarkan.
Padahal, mereka lah kelompok paling rentan terpapar covid-19.
Berinteraksi secara langsung dengan pasien positif, hingga rela meninggalkan keluarga demi menyelamatkan kondisi darurat kesehatan akibat pandemi covid-19.
Khusus nakes di Sulsel, rupanya mereka tak diberi haknya sejak November 2020.
Pemprov Sulsel saat ini masih sibuk melakukan verifikasi untuk pembayaran hak para nakes.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari pihaknya telah berupaya melakukan pembayaran.
Ia mengatakan, pembayaran Nakes sedang diproses untuk pencairan bulan November hingga Desember.
Pihak inspektorat baru melalukan review untuk memeriksa kelayakan pembayaran.
"Pembayaran nakes masih direview inspektorat. Kalau angka (jumlah tunggakan) tidak saya hapal," ucap Ichsan saat dihubungi tribun-timur.com.
Ichsan menambahkan, tunggakan yang sedang direview inspektorat adalah pembayaran di bulan November dan Desember.
Dikonfirmasi ke Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief, mengatakan, dokumen pembayaran insentif nakes sementara proses review.
Sulkaf membeberkan nilainya sekira Rp8 miliar lebih.
"Ada Rp8 miliar lebih dari beberapa rumah sakit," ucapnya singkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perbendaharaan Daerah Badan Aset dan Keuangan Daerah (BKAD) Sulsel, Salehuddin menyampaikan, pihaknya belum menerima dokumen pembayaran atau surat perintah membayar (SPM) dari OPD terkait.
Jika ada, pihaknya akan segera melakukan verifikasi dokumen sebelum mentransfer ke rekening penerima atau nakes.