Tribun Selayar

Tiga Desa di Selayar Belum Cairkan ADD Tahap II

Tiga desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum menikmati Anggaran Dana Desa (ADD) tahap II.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
Thinkstock via Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Tiga desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum menikmati Anggaran Dana Desa (ADD) tahap II.

Sementara saat ini sudah akan memasuki pengelolaan ADD tahap III.

Tiga desa tersebut yakni Desa Pamatata, Menara Indah, dan Desa Barat Lambongan.

Tiga desa itu berada di Kecamatan Bonto Mate'ne.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Selayar, Irwan Baso, membenarkan hal itu.

Irwan Baso menegaskan, belum cairnya ADD tahap II ditiga desa itu bukan karena adanya kesalahan dari pemerintah desa.

Akan tetapi terkendala jaringan internet.

"Tinggal pelaporannya masuk ke aplikasi OM-SPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), sementara dimaksimalkan," kata Irwan Baso, Minggu (11/7/2021).

Sementara Kepala Desa Pamatata, Latunru  mengaku, saat ini pencairan tahap II tengah berproses. 

Meski demikian, itu tak menganggu program pembangunan di Desa Pamatata yang saat ini tengah berjalan.

Desa Pamatata, kata dia mengelola anggaran Rp 1.706.948.786, itu terdiri ADD Rp 810.738.630 DDS Rp 827.979.000.

"Program kita tetap jalan, aturan ADD-kan pencairan 4 kali jadi masing masing 25 persen dalam setahun, DDS 3 kali pencairan, tahap 1 dan 2 masing-masing 40, tahap 3 sebanyak 20 persen," jelasnya.

Untuk pencairan tahap pertama melalui ADD, Latunru tengah melakukan pembangunan 13 unit kamar mandi di rumah warga, anggarannya Rp150 juta.

Program ini merupakan upaya pemerintah desa, untuk stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan tempat.

"Pembangunan kamar mandi ini merupakan tahap kedua, karena awal saya jadi kepala desa ada 25 KK yang belum memiliki WC, jadi bagi dua di tahun lalu 12, dan tahun ini 13, sekarang sudah masuk materialnya, sisa pelaksanaan," kata Latunru.

Selai itu, ada dua jalan yang tengah dibangun yang masing dianggarkan Rp100 juta per unit, dan pembangunan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rp70 juta. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved