Paspampres
Sejarah Paspampres Jadi Perisai Hidup Disumpah Hadapi Skenario Terburuk, Semua Pasukan Terlatih
Berikut sejarah paspampres Indonesia, perisai hidup disumpah hadapi skenario terburuk, semua pasukan terlatih dari satuan elite TNI
Asintel Komandan Paspampres, Kolonel Kav Urip Prihatman mengamini memang Paspampres yang melekat pada keluarga presiden adalah orang terpilih dan berpenampilan baik.
"Memang mereka ini orang-orang terpilih. Jadi penampilan itu harus good looking sehingga enak dilihat dan yang pasti harus humanis," ujar Urip di Kantor Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).
Urip menjelaskan Paspampres dibagi dalam empat grup utama.
Pembagian ini berdasarkan siapa yang dikawal.
Grup A bertugas mengawal presiden beserta keluarganya dalam jarak dekat.
Grup B bertugas mengawal wakil presiden beserta keluarga wakil presiden.
Grup C bertugas mengawal tamu negaara beserta keluarganya yang datang ke Indonesia.
Terakhir Grup D, pasukan yang ditugaskan mengawal presiden dan wakil presiden yang sudah tidak menjabat lagi.
"Kami (Paspampres) ada di ring 1, paling dalam, melekat dengan Presiden. Itu pun dibagi lagi jadi 3 zona : A, B, C," ujar Urip.
Urip menjelaskan grup A itu merupakan pengawal atau pengamanan pribadi.
Mereka merupakan orang-orang terpilih dan telah lolos seleksi.
Khusus pengamanan pribadi, tinggi badan minimal 175 cm.
Selain itu Paspampres juga dituntut memiliki IQ cerdas, bisa berenang sejauh 500 meter, bisa berbahasa Inggris.
Bisa berjalan cepat, punya ketahanan fisik, mahir menembak, mampu bela diri, dan pastinya siap menjadi tameng hidup bagi presiden dan wakil presiden serta keluarga.
"Paspampres berasal dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Atensi Panglima TNI, yang masuk Paspampres harus yang terbaik dari TNI karena tugasnya berat, mengamankan simbol negara," tegas Urip.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syarat-jadi-jadi-anggota-paspampres.jpg)