Breaking News:

Virus Corona

Virus Lambda yang Terdeteksi di Indonesia Bikin Bingung Ilmuwan, Apakah Lebih Menular dari Delta?

Virus hasil mutasi ini telah menjadi perhatian organisasi kesehatan dunia (WHO). Para ilmuwan bingung karena serangkaian mutasi yang tidak biasa

Editor: Muh. Irham
Freepik
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNTIMUR.COM - Virus corona varian Lambda telah terdeteksi di Indonesia. Virus hasil mutasi ini telah menjadi perhatian organisasi kesehatan dunia (WHO). Para ilmuwan bingung karena serangkaian mutasi yang "tidak biasa", Financial Times melaporkan pada hari Jumat.

Strain ini pertama kali terdeteksi di Peru dan sejak itu menyebar ke 27 negara.

Varian Lamba dilambangkan C.37.

Seorang dokter di bidang biologi molekuler di universitas Cayetano Heredia di Peru, Pablo Tsukayama mengatakan bahwa ketika varian Lamba pertama kali menarik perhatian petugas medis pada bulan Desember, varian itu hanya ada satu dari setiap 200 sampel.

"Namun pada bulan Maret, sekitar 50% sampel di Lima adalah varian Lambda dan sekarang sekitar 80%. Itu akan menunjukkan tingkat penularannya lebih tinggi daripada varian lain," katanya.

Petugas kesehatan bersiap untuk menyuntik warga lanjut usia dengan dosis vaksin Pfizer-BioNTech melawan COVID-19, di Arequipa, Peru selatan, pada 2 Juli 2021.
Petugas kesehatan bersiap untuk menyuntik warga lanjut usia dengan dosis vaksin Pfizer-BioNTech melawan COVID-19, di Arequipa, Peru selatan, pada 2 Juli 2021. (Diego Ramos / AFP)

FT, mengutip WHO, melaporkan bahwa 82% dari kasus COVID-19 baru pada Mei dan Juni di Peru adalah varian Lambda.

Negara tetangga, Chili juga tidak terhindar dari dampak buruknya, karena menyumbang hampir sepertiga dari kasus baru di sana.

Apakah varian Lambda lebih menular dari varian lain?

Para ilmuwan belum memutuskan apakah mutasi pada Lamba membuatnya menjadi lebih menular.

"Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Lambda lebih agresif daripada varian lain," kata Jairo Méndez Rico, penasihat penyakit virus yang muncul di Pan-American Health Organisatio (PAHO).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved