Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Toraja

Warga Bekasi Meninggal Saat Liburan di Tana Toraja, Diduga Terpapar Covid-19 Varian Delta

Satu pasien Covid-19 di RSUD Lakipadada, Tana Toraja meninggal dunia, Sabtu (3/7/2021). 

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/TOMMY
Kadis Kesehatan Tana Toraja, dr Ria Minolta Tanggo 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE- Satu pasien Covid-19 di RSUD Lakipadada, Tana Toraja meninggal dunia, Sabtu (3/7/2021). 

Pasien yang meninggal dunia ini merupakan perempuan berinisial FA umur 51 tahun. 

Ia bukan warga Tana Toraja ataupun Toraja Utara, melainkan warga Bekasi, Provinsi Jawa Barat. 

Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, dr Ria Minolta Tanggo menjelaskan, pasien dinyatakan positif saat memeriksakan diri di RSUD Lakipadada pada Minggu (27/6/2021) lalu. 

Di RSUD Lakipadada sampel pasien dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). 

"Hasil TCM dari RSUD Lakipadada dinyatakan positif Covid-19, pemeriksaan pada 27 Juni lalu," papar dr Ria via WhatsAap, Sabtu (3/7/2021) sore. 

dr Ria menjelaskan, pasien datang ke Toraja untuk berlibur. 

"Kita belum tahu pasti kapan pasien datang, namun informasinya ia datang untuk berwisata," ujarnya.

Jenazah pasien kata dia, telah dibawa ke kota Makassar untuk dikuburkan. 

Sementara disejumlah grup WhatsAap beredar pesan berantai terkait pasien yang meninggal dunia ini. 

Isi pesan itu menyebutkan bahwa pasien diduga terpapar virus Covid-19 varian Delta. 

"Ini dapat info dari teman yang tugas di RS disini, kalau di RS Lakipadada lagi ada pasien Covid yang kritis dan bukan solata (warga Toraja) tapi orang datang dari bekasi untuk berwisata. ngerinya dicurigai ini kasusnya yang varian delta," bunyi pesan berantai yang beredar di sejumlah grup WA. 

Terkait pesan ini, belum dipastikan oleh dr Ria. 

Ia mengaku saat ini masih berkoordinasi dengan RSUD Lakipadada.

Namun terlepas dari hal tersebut, ia berharap sudah semestinya masyarakat untuk waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Terlepas ini varian delta atau bukan, kita harus tetap disiplin dan semakin ketat dalan menerapkan prokes," harapnya.

dr Ria mengatakan, saat ini masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan 6M. 

Yakni, memakai masker meski sudah di vaksin Covid-19, menjaga jarak minimal satu meter. 

Mencuci tangan hingga bersih, membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan dan menghindari makan bersama. 

Sebagai informasi, varian Delta adalah varian baru virus Covid-19. 

Menurut dr Ria, varian delta ini gejalanya berbeda-beda tiap orang dan hampir sama dengan gejala umum Covid 19. 

Namun varian delta ini ada juga yang tidak bergejala.

"Yang patut digaris bawahi bahwa penularannya sangat cepat dari jenis varian lain, dan tingkat keparahannya lebih tinggi," 

"Varian ini lebih mudah menginfeksi anak-anak, remaja, lansia, apalagi yang memiliki penyakit komorbid," 

"Vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini memberikan perlindungan terhadap berbagai varian virus Covid, termasuk varian delta ini," pungkasnya.(*) 

Laporan Kontributor : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved