Breaking News:

Tribun Jeneponto

60 Mahasiswa Unhas Positif Covid di Jeneponto, Plt Gubernur Sulsel Minta Kampus Batasi Peserta KKN

60 mahasiswa Universitas Hasanuddin terinfeksi covid-19 saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jeneponto.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Hasanuddin terinfeksi covid-19 saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Jeneponto.

Kasus berawal dari seorang mahasiswa di salah satu posko di Kabupaten Jeneponto kembali ke Makassar untuk keperluan koordinasi kegiatan.

Setelah berada di Makassar, mahasiswa tersebut mengalami gejala demam.

Saat diperiksa, hasil antigennya positif dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab dengan hasil positif.

Selanjutnya, setelah ,dilakukan penelusuran kontak erat terhadap rekan satu posko mahasiswa  60 diantaranya dinyatakan tertular. 

Karena itu, Unhas menarik semua mahasiswa yang menjalankan KKN di Jeneponto.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meminta agar perguruan tinggi membatasi jumlah peserta KKN ke daerah.

Andi Sudirman juga meminta agar mahasiswa yang KKN melakukan uji swab sebelum berangkat menjalani program pengabdian masyarakat.

Ini untuk menghindari adanya penularan di kalangan masyarakat, khususnya di daerah.

"Bisa diatur tiga oang di satu tempat, jangan langsung puluhan atau menumpuk di satu posko," ucap Andi Sudirman Sulaiman saat diwawancarai awak media,Sabtu (3/4/2021) pagi.

Selain itu, ia mengimbau agar ada metode baru yang diterapkan kampus dalam program KKN ini.

Misalnya, melakukan secara virtual atau memanfaatkan teknologi untuk mengedukasi dan mengabdi kepada masyarakat.

Sudirman bahkan mengusulkan kampus menggunakan sistem shift dalam pelaksanaan KKN ini agar tidak terjadi penumpukan massa.

Kecuali untuk jurusan kesehatan, memang perlu melakukan praktik langsung di rumah sakit. 

"Sebenarnya bisa dengan sarana lain, lewat virtual. Atau dibagi-bagi berapa orang yang meninjau di daerah, diselingi dengan kegiatan virtual. Intinya buat kreativitas," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved