Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

EURO 2020

Tersingkir dari EURO, Frank de Boer Pilih Mundur dari Kursi Pelatih Belanda

Belanda tersingkir dari EURO 2020 setelah dikalahkan Republik Ceska 0-2 di babak 16 besar di Puskas Arena pada Minggu (27/6/2021). 

Editor: Sudirman
AFP/ BERNADETT SZABO
Eksrpesi kekecewaan para pemain timnas Belanda setelah kalah 0-2 dari Republik Ceko pada laga 16 besar Euro 2020 yang dihelat di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Minggu (27/6/2021) malam WIB. AFP/ BERNADETT SZABO 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar mengejutkan dari Belanda setelah tersingkir dari EURO 2020.

Belanda tersingkir dari EURO 2020 setelah dikalahkan Republik Ceska 0-2 di babak 16 besar di Puskas Arena pada Minggu (27/6/2021). 

Padahal Belanda sangat perkasa di grup C. Ia berhasil juara group setelah mengalahkan Ukraina, Austria dan Makedonia Utara.

Belanda mengalahkan Mokedonia Utara 3-0, saat melawan Austria, Belanda menang dengan skor 2-0.

Begitupula saat melawan Ukraina, Belanda menang dengan skor 3-2.

Pada Selasa (29/6/2021) malam WIB, Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan bahwa Frank de Boer resmi mundur dari kursi pelatih De Oranje.

Dilansir BolaSport, De Boer mundur dari jabatannya karena tak mampu membawa timnas Belanda melaju ke perempat final Euro 2020.

"Frank De Boer telah mengumumkan bahwa ia tidak mau melanjutkan menjadi manajer Timnas Belanda," bunyi pernyataan KNVB seperti dikutip BolaSport.com.

"Hal ini selaras dengan kontrak yang mengikat kedua belah pihak, di mana dia ditargetkan membawa Belanda ke perempat final Euro 2020."

"Jadi kontraknya tidak akan diperpanjang," lanjut pernyataan tersebut.

De Boer sendiri mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan Memphis Depay cs di Euro 2020.

Dia juga menyesal karena tak mampu memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh KNVB.

"Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan jadi pelatih Tim Nasional. Karena target yang ditetapkan tidak tercapai dan itu sudah jelas," kata De Boer.

"Ketika saya didekati menjadi pelatih tim nasional di 2020, saya merasa bangga dan tertantang."

"Namun, saya juga menyadari bahwa ada tekanan yang besar dan tekanan ini semakin membesar dari hari ke hari."

"Situasi ini tidak sehat bagi saya dan juga tim ini terutama dalam perjalanan sepak bola Belanda di kualifikasi Piala Dunia," ujar juru taktik berusia 51 tahun ini menambahkan.

 
 

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved