Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iklim

Suhu Udara di Kanada Tiba-tiba Melonjak, 130 Orang Tewas

Gelombang panas ekstrem menghantam wilayah Kanada, Jumat pekan lalu. Suhu panas tercatat mencapai 49,5 derajat celcius di beberapa daerah di Kanada. 

Tayang:
Editor: Muh. Irham
int
Ilustrasi suhu panas 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gelombang panas ekstrem menghantam wilayah Kanada, Jumat pekan lalu. Suhu panas tercatat mencapai 49,5 derajat celcius di beberapa daerah di Kanada

Ini merupakan rekor tertinggi suhu di Kanada selama beberapa dekade. 

Akibat suhu ekstrem ini, ratusan  warga Kanada dikabarkan tewas, Jumat lalu.

Dilansir BBC, polisi di wilayah Vancouver menanggapi lebih dari 130 laporan kematian mendadak pada Jumat lalu. 

Sebagian besar dari korban gelombang panas ini telah berusia lanjut atau memiliki penyakit bawaan.

Namun, menghubungkan setiap peristiwa tunggal dengan pemanasan global itu rumit.

Ilustrasi panas matahari menyengat.
Ilustrasi panas matahari menyengat. (cbsolarshading.co.uk)

Suhu panas di Kanada barat dan AS disebabkan kubah udara panas bertekanan tinggi statis yang membentang dari California hingga Arktik.

Suhu di Kanada tidak pernah lebih dari 45C sampai pada Minggu lalu.

Perdana Menteri British Columbia, John Horgan mengatakan gelombang panas di wilayahnya menyebabkan "bencana bagi masyarakat."

Jumlah kematian mendadak terkait suhu panas diprediksi akan meningkat karena beberapa wilayah melaporkan insiden namun belum merinci jumlahnya.

Di Vancouver saja, sejak Jumat tercatat ada 65 orang yang dilaporkan meninggal diyakini karena suhu panas.

"Saya telah menjadi petugas polisi selama 15 tahun dan saya tidak pernah mengalami jumlah kematian mendadak yang datang dalam waktu sesingkat ini," kata sersan polisi Steve Addison.

Normalnya, hanya ada 3 hingga 4 laporan kematian mendadak terkait panas dalam sehari.

Addison menerangkan bahwa orang-orang yang melapor mengaku melihat keluarga mereka sudah meninggal saat tiba ke rumah.

Vancouver
Vancouver (Wikimedia)

Kepala Koroner British Columbia, Lisa Lapointe mengatakan 100 kematian lebih banyak dari biasanya telah dilaporkan sejak Jumat hingga Senin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved