Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lawan Covid19

Gejala Covid-19 Ringan? Jangan Langsung ke RS, Berikut Tips Cara Isolasi Mandiri di Rumah yang Benar

Demi mengurangi beban rumah sakit, pemerintah tak lagi menyarankan pasien tanpa gejala menjalani rawat inap.

Editor: Sudirman
Satgas Covid-19 Sulsel
Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan merilis data terkait okupansi rumah sakit hingga Senin (2862021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pasien positif covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan akhir-akhir ini.

Demi mengurangi beban rumah sakit, pemerintah tak lagi menyarankan pasien tanpa gejala menjalani rawat inap.

Mereka hanya disarankan melakukan Isolasi Mandiri (Isman) di rumah.

Sementara pasien yang bergejala sedang dan berat akan langsung menjalani perawatan di rumah sakit.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, dr Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi) menyebutkan, saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet, kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti  ditangani.

“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tidak akan penuh sehingga tenaga kesehatan  kita tidak kelelahan merawat pasien,” terangnya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan  KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/6).

Menurut dr. Andi, masyarakat jangan terlalu fokus dalam menyalahkan adanya varian COVID 19, “Kunci dari pencegahannya adalah masker.

Masker dua lapis menurut penelitian Centers for  Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80%  menjadi 90%,” anjurnya.

dr. Andi mengimbau agar pengetahuan baru ini jangan berhenti sebatas  pengetahuan, tapi dijadikan kebiasaan. Saat masyarakat mulai disiplin, dia meyakini pandemi  bisa terkendali.

Terkait dengan isolasi mandiri, dr. Andi menyatakan masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi  mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih.

Dia menjelaskan bahwa saat melakukan  isolasi mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker.

Kedua, kamar harus  terpisah dan pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.

dr. Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan  dengan gizi seimbang.

“Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” sarannya.

Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis diri  sendiri, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter.

Apabila ada gejala yang  sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter.

Aktor, Ben Kasyafani yang sempat terkena COVID-19, menceritakan pengalamannya saat  melakukan isolasi mandiri.

“Tahun lalu saya terkonfirmasi positif COVID-19 dan melakukan isolasi  mandiri di rumah. Secara total saya melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri selama 20 hari.  Anak dan istri saya dites dan menunjukkan hasil negatif, sehingga kami memisahkan diri,”  tuturnya.

“Bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita harus terus berpikir positif. Energi kita harus fokus untuk  mencari solusi dari pandemi ini. Mulailah mencari informasi mengenai COVID-19 yang benar agar  kita bisa cepat mencari solusinya,” tabah Ben.

Menanggapi pernyataan Ben, dr. Andi setuju bahwa masyarakat jangan mencari kambing hitam  tapi harus sama-sama mencari solusi dari kondisi seperti ini.

“Kampanye protokol kesehatan sudah berjalan, tapi seberapa besar dijalankan masyarakat, itu  harus kita evaluasi. Vaksinasi belum mencapai target yang mencukupi untuk tercipta herd  immunity, jadi jangan kendor protokol kesehatannya,” pesan dr. Andi

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam  rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi  ekonomi nasional.

Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan  rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja.

Mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh,  mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

Dalam pelaksanaannya, KPCPEN  dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.Dibantu oleh Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan  Ekonomi Nasional. (*k

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved