Breaking News:

Tribun Politik

Kader Demokrat Bone Sebut Kepemimpinan Ni'matullah Baik, Perlu Dilanjutkan

Kader Demokrat Bone Sebut Kepemimpinan Ni'matullah Baik, Perlu Dilanjutkan

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Ketua Demokrat Sulsel Ni'matullah Erbe 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Partai Demokrat Sulawesi Selatan tidak lama lagi akan menggelar Musyawarah Daerah untuk membentuk pengurus baru.

Musda Demokrat Sulsel sejauh ini tinggal menunggu waktu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Sejauh ini tiga nama disebut-sebut punya kans bertarung memperebutkan kursi Ketua Demokrat Sulsel. Ketiganya yaitu Ketua DPD Ni'matullah Erbe, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Bone, Rustam menilai kepemimpinan Ni'matullah Erbe cukup berhasil dalam tujuh tahun ini.

Ni'matullah Erbe memimpin Partai Demokrat Sulsel sebagai pelaksana tugas pada 2014 hingga 2016. Ia terpilih sebagai ketua definitif dalam Musda 2016 lalu. 

"Kinerjanya (Ni'matullah) baik menurut saya. cukup baik," kata Rustam saat dihubungi tribun-timur.com via telepon selularnya, Selasa (29/6/2021).

Ia mengatakan sejauh ini Ni'matullah Erbe sudah menghubungi pihaknya untuk penyampaian memimpin kembali Partai Demokrat Sulsel.

Ia mengaku belum pernah dihubungi ataupun melakukan komunikasi dengan Ilham Arief Sirajuddin ataupun Andi Irwan Hamid.

DPC Demokrat Bone tidak hadir dalam pertemuan makan malam Ketua DPC Demokrat kabupaten kota bersama Ilham Arief Sirajuddin, Kamis (24/6/2021) pekan lalu.

"Yang jelas baru Ni'matullah sudah sampaikan ke saya. (IAS dan Irwan Hamid) belum," katanya.

Ditanya pendapat apa perlu Ni'matullah Erbe melanjutkan kepemimpinan, Rustam menjabat iya. Alasannya Ni'matullah Erbe dinilai berhasil mempertahankan capaian kursi pimpinan DPRD Sulsel. 

"Iya (sebaiknya dilanjutkan). Sekarang sudah cukup baik," katanya.

Sejauh ini Ilham Arief Sirajuddin terus bergerak mengumpulkan Ketua-ketua DPC Demokrat sehubungan keinginannya maju Musda.

Sementara Ni'matullah Erbe belum pernah menyampaikan secara terbuka. Wakil Ketua DPRD Sulsel itu memilih fokus bekerja sebagai wakil rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Di internal partai Demokrat Sulsel, Ni'matullah Erbe diyakini masih unggul jauh di atas kertas terhadap Aco.

Alasannya, Ullah, sapaan dinilai punya emotional history dengan ring 1 DPP di bawah kepemimpinan AHY.

Dalam serangan kudeta kubu Moeldoko cs, Ullah selama ini aktif membela AHY. 

Bahkan pernah menyatakan siap baku "tikam" dengan pihak yang ingin mengudeta AHY.

Sementara Aco disebut-sebut hanya dengan SBY dan sejumlah senior Partai Demokrat. 

Seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Andi Nurpati, hingga Andi Timo Pangerang.

Aco juga dinilai kehilangan momentum karena tidak pernah tampil membela AHY dalam isu kudeta.

Ni'matullah Erbe mengatakan musda adalah ajang konsolidasi kader untuk memperkuat struktur dan infrastruktur partai, tidak boleh jadi ajang pertarungan yagn menyebabkan perpecahan.

"Saya selalu bilang musda itu momentum konsolidasi, memperkuat kader, solid, tingkatkan respon kepada masyarakat. Kita tetap on the track pada cara berpikir itu," katanya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengatakan masih menunggu petunjuk dari DPP untuk gelaran musda.

Ullah, sapaan, mengatakan, DPP belum meminta DPD melaporkan kesiapan musda sejauh ini.

"Belum ada jadwal. Saya dengar besok itu musda pertama di Jateng. Jadi DPP mendahulukan yang dipimpin pelaksana tugas," kata Ullah.

Ia mengatakan, ada sekitar 7 DPD yang dipimpin selama ini. Untuk itu DPP ingin mendahulukan daerah yang tidak dipimpin ketua definitif.

Ullah sendiri menjabat Ketua DPD Demokrat Sulsel hingga Desember 2021 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan yang berlalu lima tahun.

Wakil ketua DPRD Sulsel itu berencana melaporkan kesiapan musda kepada DPP jika tujuh provinsi yang dipimpin Plt sudah tuntas menggelar musda.

"Kita tunggu selesai DPD lain, karena ada 7 DPD dipimpin Plt. Karena tidak mungkin dia dahulukan definitif hasil musda. Kalau plt kan ditunjuk-tunjuk ji, itu didahulukan DPP. Kalau sudah tuntas, baru kita sampaikan kesiapan kepada DPP," tuturnya.(*)

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved