Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Success Story Haji Wagus Hidayat

Pria Bugis Bersandal Jepit Itu Ternyata Pemilik 6 Pesawat Terbang, 'The Next' Susi Pudjiastuti

Ini adalah tulisan berseri tentang kisah sukses (success story) perantau asal Kabupaten Sidenreng Rappang ( Sidrap ), Sulawesi Selatan ( Sulsel )

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Presiden Direktur SAM Air, Haji Wagus Hidayat berpose dengan pesawat miliknya. 

Laporan jurnalis Tribun Timur, Thamzil Thahir

TRIBUN-TIMUR.COM - Ini adalah tulisan berseri tentang kisah sukses (success story) perantau asal Kabupaten Sidenreng Rappang ( Sidrap ), Sulawesi Selatan ( Sulsel ), yang bernama Haji Wagus Hidayat (45).

Haji Dayat, sapaannya, kini menjadi pemilik maskapai perintis di Bumi Cenderawasih.

Menjadi pilot dan memiliki pesawat terbang bukanlah mimpi bagi pria usia 45 tahun ini.

Awal dekade 1990-an dia masih jadi kondektur bus di Makassar.

Awal dekade 2000-an, Wagus masih jualan bensin botolan di Wamena, pegunungan tengah Papua.

Namun, sebuah "peristiwa di Papua” mulai mengubah nasibnya.

Tiga tahun terakhir, Presiden Direktur SAM Air, coba ‘merintis jejak’ Susi Pudjiastuti, pemilik Susi Air.

Enam pesawat terbang jenis propeller-nya kini meladeni charter flight, layanan penerbangan tak terjadwal di Papua.

“Aamiin, saya belum ada apa-apanya dibanding Ibu Susi,” ujar Wagus, merespon identifikasi jejak kariernya yang mirip mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (2014-2019) itu.

Sejak awal tahun 2021 ini, dia dapat mandat dari pemerintah untuk melayani penerbangan terjadwal di 10 bandara perintis di gugus Kepulauan Maluku.

Pria kelahiran Wamena, Papua, 16 Agustus 1975 ini berharap, kepercayaan dari pemerintah menggarap penerbangan perintis di timur Indonesia menjadi ajang pembelajaran baru di bisnis aviasi ini.

Wagus meyakini, kerja keras, kemauan belajar, jujur, dan menanam benih kebaikan ke orang sekitar adalah jembatan sukses.

“Saya ini pernah dagang sirih pinang di Wamena, jual bensin botolan di Puncak Jaya, bahkan jadi kondektur bus di Makassar,” ujar Ketua Badan Pengurus Cabang Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jayapura ini kepada Tribun di kedai kopi, Jl Fleteweu, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (22/6/2021) malam lalu.

Meski sudah memiliki enam pesawat propeller dan jadi anggota DPRD, hidup Haji Wagus tetap riang, mengalir, dan tetap bergaul dengan orang kebanyakan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved