Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Sulsel

151 Ribu Lebih Anak Sulsel Alami Stunting

Tak ayal Pemprov Sulsel pada fokus penganggaran 2021 turut memerhatikan  angka stunting di Sulsel.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) Muh Ichsan Mustari 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Populasi anak di Sulawesi Selatan mencapai 3 juta lebih, atau sekitar 34 persen dari total penduduk di Sulsel.

Data Dinas Kesehatan Sulsel pada 2020, ada 151.398 anak di Sulsel menderita Stunting atau kondisi gagal tumbuh.

Mereka tersebar pada lima kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi.

Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Bone 43 persen, Enrekang 39 persen, Jeneponto 36 persen, Takalar 34 persen, dan Bantaeng 33 persen.

Dari sisi angka stunting pada 2020, jauh lebih menurun dibandingkan 2019 yang angkanya mencapai 159.375.

Kendati saat ini sudah di angka 151 ribuan, namun angka ini masih sangat tinggi.

Tak ayal Pemprov Sulsel pada fokus penganggaran 2021 turut memerhatikan  angka stunting di Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di beberapa kesempatan menekankn fokusnya tahun ini selain Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kemiskinan, pertanian, perkebunan, juga stunting dan bangkitkan padat karya.

Namun itu tak sejalan dengan penganggaran beberapa paket untuk menurunkan angka stunting.

Berkaca setahun kemarin, dilansir laman lpse.sulselprov.go.id, Jumat (25/6/2021) malam, paket pengadaan makanan tambahan balita kurus berpagu sekitar Rp 7,938 miliar

Namun pada tahun ini menurun. Tercatat, untuk paket dengan nama yang sama hanya berpagu sekitar Rp 6,523 miliar.

Diketahui, tender paket tersebut dalam masa sanggah dengan pemenang CV Indotech Global dengan harga terkoreksi sekitar Rp 5,508 miliar.

Paket lainnya, pengadaan makanan tambahan ibu hamil. Tahun lalu berpagu sekitar Rp 5,283 miliar.

Namun pada tahun ini menurun. Tercatat untuk paket dengan nama yang hampir sama yakni pengadaan makanan tambahan bumil hanya berpagu sekitar Rp 4,760 miliar.

Diketahui, tender paket tersebut dalam masa sanggah dengan pemenang CV Zalman Abqari dengan harga terkoreksi sekitar Rp 4,154 miliar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved