Virus Corona
Profesor dari China Sebut Sinovac Efektif Atasi Covid-19 Varian Delta
Menurut Wei Sheng, keyakinannya tersebut berdasarkan pengalaman pencegahan dan pengendalian epidemi di Guangzhou
TRIBUNTIMUR.COM - Seorang profesor dari School of Public Health of Tongji Medical College of Huazhong University of Sciences and Technology, Wei Sheng, mengatakan, vaksin buatan China, termasuk Sinovac, masih efektif melawan varian Delta.
Menurut Wei Sheng, keyakinannya tersebut berdasarkan pengalaman pencegahan dan pengendalian epidemi di Guangzhou, Provinsi Guandong, China Selatan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Wei Sheng mengatakan, risiko penyakit parah sangat berkurang dibandingkan dengan mereka yang belum divaksinasi, yang pada gilirannya menunjukkan bahwa vaksin bersifat protektif.
Sementara itu, perusahaan produsen Sinovac menyebutkan bahwa vaksin tidak dapat memberikan perlindungan 100 persen, tetapi vaksin dapat mengurangi gejala infeksi dan secara efektif mencegah kematian.
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Nadia Tarmizi juga mengatakan WHO memberikan cutt off poin lebih dari 50 persen kalau dilihat dari efikasi Sinovac itu 65 persen dan AstraZeneca 62%.
"Dari cut off itu jadi sampai saat ini memberikan protkesi yang cukup termasuk terhadap varian baru," katanya.
Dia mengatakan Rekomendasi WHO pun masih diminta semua negara melakukan percepatan vaksinasi dengan vaksin yang ada.
Sebelumnya, efikasi vaksin ini diragukan di Indonesia menyusul banyaknya kasus positif pasca disuntik vaksin.
Indonesia adalah salah satu daerah yang menderita epidemi COVID-19 paling serius di Asia dan negara ini sedang mengalami lonjakan epidemi karena penyebaran mutasi Delta parah yang pertama kali ditemukan di India.
Kasus COVID-19 di Indonesia naik 20 ribu lebih kasus baru dalam satu hari.
Pasien di rumah sakit hampir menghancurkan sistem medis negara itu, sebagian besar meningkatkan risiko infeksi pekerja medis, kata para ahli.
Banyak yang sekarang mengalami kelelahan pandemi dan kurang waspada terhadap protokol kesehatan setelah divaksinasi, kata Lenny Ekawati, dari kelompok data independen terkait kesehatan Indonesia LaporCOVID-19, lapor Reuters.
Pakar China terus menyerukan langkah-langkah perlindungan yang ketat dan langkah-langkah manajemen kesehatan masyarakat meskipun vaksinasi karena itu adalah metode terbaik untuk mencegah penularan virus.
Ada juga kemungkinan bahwa beberapa pekerja medis telah terkena sebelum divaksinasi tetapi tidak menunjukkan gejala sampai virus yang tidak aktif dalam vaksin menyerang sistem kekebalan mereka lagi, para ahli menjelaskan.
Sebelumnya, berdasarkan studi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia medio Mei 2021 lalu, disebutkan vaksin Sinovac telah efektif mengurangi risiko gejala COVID-19 pada tenaga medis hingga 94 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-dari-sinovac-1-312021.jpg)