Breaking News:

Tribun Kampus

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Siapkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Siapkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Editor: Hasriyani Latif
Polbangtan
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tengah menyiapkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Untuk meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian yang telah diangkat menjadi ASN PPPK, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tengah menyiapkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

RPL adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai program studi di Polbangtan

Disamping itu RPL merupakan sebuah implementasi dari pembelajaran sepanjang seumur hidup untuk meningkatkan jumlah angkatan kerja yang terdidik dan berkeahlian. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan selain petani, Penyuluh Pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian.

Penyuluh berperan dalam mendampingi petani di lapangan.

Menurutnya, saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian masih sangat kurang. Maka pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) untuk menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Pertanian.

"Untuk menjadi ASN PPPK diperlukan penyuluh-penyuluh dengan kompeten," ujarnya.

Mentan SYL menekankan, pengakuan kompetensi penyuluh yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sangat diperlukan dalam mendukung tugas dan kinerja penyuluh di lapangan dan ini diakui melalui sertifikasi kompetensi penyuluh.

Terpisah, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan dinamika sektor pertanian berkembang dengan cepat, sehingga penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

"Kinerja penyuluhan kita masih jauh dari harapan, karena kondisinya, kita bisa memaklumi. Namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutupi kinerja kita, atau membuat kerja tidak semangat," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved