Tribun Gowa
Cara DLH Gowa Minimalisir Permasalahan Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, menggelar sosialisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa, menggelar sosialisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).
Kegiatan ini berlangsung di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Jl Mesjid Raya Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (21/6/2021) siang.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Andi Idil Hafid mengatakan, penyusunan rencana ini bertujuan untuk penyebarluasan informasi tentang penyusunan RPPLH.
"RPPLH ini memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurung waktu tertentu dikalangan aparat pemerintah daerah dan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, penyusunan ini juga dilakukan untuk menyeleraskan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup.
Baik yang dibuat oleh lembaga yang secara khusus diberi tugas mengelola ligkungan maupun lembaga lain yang tugasnya juga terkait dengan persoalan lingkungan hidup.
"Penyusunan ini penting dilakukan agar tindakan atau kebijakan pemerintahan tidak saling tumpang tindih, tidak saling mengklaim sebagai lembaga yang berwenang dan tidak saling lempar tanggungjawab jika terjadi masalah lingkungan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Gowa, Kamsina meminta kepada seluruh SKPD agar dokumen yang dibutuhkan terhadap RPPLH ini bisa ditindaklanjuti.
Hal itu kata dia, agar penyusunan dokumen dapat tersusun dengan baik.
"Kami minta seluruh SKPD bisa memberikan masukan yang membangun agar penyusunan bisa tersusun demi kemajuan pembangunan yang berwawasan lingkungan," ucap Kamsina.
Dijelaskan, sosialisasi ini merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan RPPLH untuk menginventarisai.
Dimana pembuatan RPPLH dilihat darisegi potensi daerah, masalah yang ada serta solusi dalam mensinergikan pembangunan kedepannya dengan memperhatikan indikator penting lingkungan hidup.
Yaitu, daya dukung dan daya tampung Kabupaten Gowa dalam penataan ruang dan mendukung makhluk hidup lainnya.
"Dalam penyusunan ini harus berdasarkan hasil inventrisasi yang dilaksanakan untuk memperoleh data dan informasi SDA, serta mentapkan wilayah ekoregion yang mempertimbangkan keragaman dan karakteristik wilayah," kata Kamsina.
Dia berharap sosialisasi ini dapat menghasilkan persamaan persepsi untuk merancang kebijakan dan solusi terhadap permasalahan perencanaan pembangunan berkelanjutan, yang berwawasan lingkungan di Kabupaten Gowa.
Laporan Wartawan Kontributor Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemkab-gowa-menggelar-sosialisasi-rencana-perlindungan-dan-pengelolaan-lingkungan-hidup-rpplh.jpg)