Breaking News:

Tribun Nasional

Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Penipuan, Bos Tambang di Kendari Masih Berkeliaran

Putusan itu terkait kasasi yang dimohonkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kendari

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Direktur Utama PT Adhi Kartiko Mandiri, Simon Takaendengan, menunjukkan foto Ivy Djaya Susantyo terdakwa penipuan yang telah divonis satu tahun penjara oleh MA di salah satu hotel Jl Boulevard, Makassar, Minggu (20/6/2021) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang pengusaha tambang asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Obong Kusuma Wijaya (36), mempertanyakan putusan Mahkamah Agung nomor 378 K/Pid/2021 pada tanggal 7 April 2021.

Putusan itu terkait kasasi yang dimohonkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kendari atas tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 226 KUHAP juncto Pasal 257 KUHAP.

Dalam petikan putusan itu, terdakwa bernama Ivy Djaya Susantyo alias Ivy alias Tyo (54) telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Namun, kata Obong sapaan Obong Wijaya Kusuma, Ivy Djaya Susantyo alias Ivy alias Tyo belum juga ditahan.

"Dia (Ivy Djaya Susantyo) didakwa karena menggambil IUP dan lahan tambang milik kami. Dia sudah divonis satu tahun penjara tapi masih bebas melakukan pencurian Ore Nikel milik kami serta masih bebas juga berkeliaran," kata Obong kepada Tribun, Minggu (21/6/2021) siang.

Sepengatahuan Obong, pihak Kejaksaan Negeri Kendari telah melanyangkan surat panggilan ke Ivy Djaya Susantyo.

"Terpidana Ivy Djaya Susantyo sudah dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk dipenjara tetapi belum menghadap," katanya. 

Obong pun meminta juga kepada pihak-pihak yang mengetahui keberadaan Ivy Djaya Susantyo agar membantu menyampaikan keberadaannya kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

"Supaya apabila Ivy Djaya Susantyo tidak menghadap pihak Kejaksaan, maka Ivy Djaya Susantyo dapat dijemput paksa oleh pihak Kejaksaan di tempat keberadaannya," ujar Obong.

"Dan agar tidak masuk dalam Daftar pencarian orang (DPO) atau buronan," sambungnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved