Breaking News:

Tribun Sulsel

BPKP Bakal Buat Profil Risiko Kecurangan di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sulsel

BPKP Perwakilan Sulsel akan membuat profil risiko fraud (kecurangan) di lingkup Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Sulsel.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Andi Bakti Haruni 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinisi Sulawesi Selatan akan membuat profil risiko fraud (kecurangan) di lingkup Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Sulsel.

Hal itu diakui Plt Kepala Biro PBJ, Andi Bakti Haruni. Bakti bilang, tim BPKP akan melakukan pengumpulan data melalui wawancara dan investigasi selama sepuluh hari di PBJ.

"Kami baru menerima tim dari BPKP yang sedang melakukan pengumpulan data, wawancara dan investigasi untuk penyusunan profil risiko fraud di proses pengadaan barang dan jasa di Sulsel," sebut Andi Bakti, Sabtu (19/6/2021).

Hasil investigasinya, akan disampaikan secara langsung oleh BPKP. Kemudian ada penyusunan profil risiko Fraud yang akan dipaparkan dimana saja potensi-potensi kecurangan yang bisa terjadi di PBJ.

Bakti menyebut, risiko kecurangan banyak terjadi di kalangan kelompok kerja (pokja). Mereka sangat mudah diatur dan diperintah oleh atasan agar memenangkan nama tertentu saat pengumuman lelang tender.

Selain di pokja, OPD pelaksana atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga besar potensinya melalukan kecurangan.  

"Dulu risiko lebih banyak di pokja, risikonya lebih banyak karena adanya perintah," ujarnya.

Hanya saja, sejak insiden penangkapan oleh KPK, Pemprov dibawah kendali Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sudah melakukan pembenahan. 

"Kita lihat komitmen pimpinan untuk tegak lurus terhadap aturan kan cukup kuat. Kenapa cukup kuat karena kita diperintahkan untuk melakukan perubahan dalam rangka meminimalisir risiko kecurangan," jelasnya.

Perubahan yang dilakukan mislanya, penentuan pokja tidak lagi ditunjuk secara langsung melainkan menggunakan sistem acak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved