Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Israel

Sering Dikecam, Israel Ingin Ajak Indonesia Jalin Hubungan Diplomatik

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang sangat menentang agresi militer Israel ke Palestina.

Editor: Muh. Irham
Youtube Setpres
Presiden Jokowi 

TRIBUNTIMUR.COM - Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang sangat menentang agresi militer Israel ke Palestina.

Pada saat terjadi konflik 11 hari Mei 2021 lalu, Indonesia melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan sikap tegasnya terkait konflik Palestina-Israel.

Sikap yang disampaikan tidak berubah, yakni mengutuk tindakan pengusiran paksa warga Palestina dari Shreikh Jarrah, Yerusalem Timur.

"Serta mengutuk penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjidil Aqsa," kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, kepada wartawan, Jumat, (21/5/2021).

Presiden juga kata Fadjroel telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan Israel.

Sementara itu, baru-baru ini Israel menyatakan ingin menjalin hubungan dengan Indonesia maupun negara Muslim lain di Asia Tenggara.

Pernyataan itu disampaikan Sagi Karni, Duta Besar Israel untuk Singapura, seperti diberitakan Reuters Kamis (17/6/2021).

Tiga negara dengan mayoritas Muslim di kawasan, Indonesia, Malaysia, dan Brunei mengecam serangan "Negeri Zionis" ke Gaza.

Serangan udara pada 11 Mei itu menewaskan lebih dari 250 warga Palestina, dan diklaim balasan karena Hamas menyerang lebih dahulu.

Ketiganya bereaksi dengan melontarkan kecaman tegas, dan mendesak PBB bergerak dan menghentikan kampamye militer tersebut.

Indonesia, Malaysia, dan Brunei tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, dan berulang kali meminta Tel Aviv berhenti menduduki tanah Palestina.

Selain itu, ketiganya juga meminta adanya solusi dua negara berdasarkan perbatasan sebelum Perang Enam Hari 1967.

Karni mengatakan, kritikan yang dilontarkan tiga negara mayoritas Muslim tersebut "tidak jujur dan tak berdasar".

Si dubes mengeluh kecaman itu mengabaikan fakta konflik ini melawan Hamas, bukan menghadapi penduduk Palestina.

"Hamas itu organisasi anti-Semit. Saya yakin mereka yang berdebat di media sosial tak paham betapa fasis dan radikalnya mereka," klaimnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved