Tribun Bulukumba
Bulukumba Siap Gelar Sekolah Tatap Muka Pertengahan Juli
Bulukumba Sudah Siap Gelar Sekolah Tatap Muka pada pertengahan Juli 2021
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Para pelajar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), bakal segera mengikuti pembelajaran tatap muka.
Rencananya sekolah tatap muka bakal dilakukan pada tahun ajaran baru 2021-2022 pada pertengahan Juli mendatang.
Itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Ahmad Djanuaris saat ditemui tribun-timur.com di kantornya, Jl Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (16/6/2021) siang.
Ini menjadi awal mula pembelajaran tatap muka setelah terhenti sejak awal 2020 lalu, akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
"Iya, InsyaAllah pertengahan Juli Tahun akademik 2021-2022, kita akan lakukan pertemuan tatap muka," jelasnya.
Rencananya, pembelajaran tatap muka tersebut langsung dilakukan di seluruh sekolah di Bulukumba.
Itu karena Bulukumba sudah masuk dalam zona kuning menuju zona hijau penyebaran Covid-19.
"Langsung (semua) kalau kondisi Covid-19 masih seperti hari ini, yang pasti kita berdasar kajian dari Dinkes. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus seperti yang kita lihat di daerah lain seperti Jawa Barat, Jateng dan daerah lainnya," jelasnya.
Apalagi tenaga pendidik juga telah menjalani vaksinasi.
Sekadar diketahui, beberapa sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka.
Seperti di antaranya beberapa sekolah di Kabupaten Bone.
Uji coba sekolah tatap muka di Kabupaten Bone, mulai dilakukan pada pekan kedua Mei 2021 lalu.
Ada sebanyak 81 sekolah yang telah melakukan uji coba tatap muka tersebut.
Yakni terdiri dari masing-masing tiga sekolah berjenjang dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) disetiap kecamatan.
Para murid dan siswa melakukan uji coba sekolah tatap muka dengan menerapkan kebiasaan baru, seperti menggunakan masker.
Sekolah tatap muka di Kabupaten Bone disambut baik oleh para orangtua murid dan siswa.
Karena jika belajar di rumah, anak anak mereka tidak memiliki motivasi belajar yang baik.
Bahkan lebih banyak memilih untuk bermain game sebelum belajar.
Belum lagi terkendala jaringan saat melakukan pembelajaran dengan sistem online.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-bulukumba-ahmad-djanuaris-21520211.jpg)