FIB Unhas

Danny Pomanto-FIB Press Unhas Saling Tantang Menantang, Sebut Faktor 5S Hingga Kemasan Produk Korea

"Saya kira Pak Wali pemikirannya banyak dipengaruhi oleh filosofi arsitek,” ujar Maqbul Halim, Komisaris PT GMTD

Editor: AS Kambie
Courtesy: as kambie
Wakil Dekan II FIB Unhas Dr Andi Muhammad Akhmar didampingi Direktur Pelaksana FIB Press Unhas Supratman Supa Athana (kiri) silaturahmi di kediaman Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Makassar, Kamis (10/6/2021) malam. Danny Pomanto didampingi Maqbul Halim (kanan). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, FIB Unhas, kini punya Lembaga penerbitan disebut FIB Press Unhas.

Salah satu misi FIB Press Unhas adalah mendokumentasi dan menyebar pemikiran cendekiawan Sulsel, khsusnya di bidang sosial politik kebudayaan.

“Kami sudah menginventaris beberapa naskah kuno dan naskah jaman doeloe yang berisi pemikiran intelektual Bugis-Makassar, Mandar, dan Toraja,” tegas Direktur Pelaksana FIB Press Unhas, Supratman supa Athana SS MSc PhD di Makassar, Sabtu (12/6/2021) pagi.

Rencana tersebut sudah disampaikan Supratman Supa Athana ke Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat mendampingi Wakil Dekan II FIB Unhas Dr Andi Muhammad Akhmar silaturahmi di kediaman pribadi Danny Pomanto, Jl Amirullah, Makassar, Kamis ( 10/6/2021) malam.

Saat silaturahmi itu, Dr Andi Muhammad Akhmar selaku perwakilan dekan memaparkan berbagai program Fakultas Ilmu Budaya termasuk  tersedianya berbagai program studi dari berbagai tingkatan  yaitu S1 dan S3 untuk bidang Arkeologi, Sejarah, Linguistik dan Kajian Budaya.

Supratman Supa Athana, Direktur Pelaksana FIB Press Unhas
Supratman Supa Athana, Direktur Pelaksana FIB Press Unhas (Courtesy:as kambie)

Menurut Supratman Supa Athana, program yang akan dilaksananakn  FIB Press Unhas selama periode kepengurusan  yaitu penerbitan buku-buku yang bahan dan sumbernya berbasis pada kebudayaan di Sulawesi Selatan.

“Selain itu FIB Press Unhas juga akan menerbitkan ulang buku-buku legendaris yang dipandang memberikan pengarus besar dalam pemikiran dan perkembangan kehidupan umat manusia baik itu yang berkenaan langusng dengan kebudayaan Bugis, Makassar, Mandar, Toraja dan budaya lainnya yang eksis di Sulawesi Selatan,” jelas Supratman Supa Athana.

Di antara buku yang dimaksud adalah Tuhfat Al Nafis karya Raja Ali Haji, Latoa-Antropologi Politik Orang Bugis karya Prof Mattulada, serta Kapita Selecta Kebudayaan Sulawesi Selatan karya Zaenal Abidin Farid.

“Dan  buku berpengaruh lainnya yang ada di belahan bumi mana pun, di Amerika, Jerman, Inggris, Perancis, dan negeri-negara Arab,” kata Supratman Supa Athanaupa Athana.

Setelah mendengar penjelasan Andi Muhammad Akhmar dan Supratman Supa Athana, Danny Pomanto memberi tips agar terkenal, faktor 5S.

"5S faktor yang harus dipenuhi suatu produk menjadi marketable (banyak diminati) yaitu; Seeing, Shopping, Sport, Story, and Sensible,” jelas Danny Pomanto.

“Pada kelima factor tersebut, faktor 5S, itu  Fakultas Ilmu Budaya Unhas dapat menyediakan dan memenuhi pada factor Story dan Sensible. Apakah Anda dari FIB Press Unhas bersedia menyediakan dan memenuhi factor story dan sebsible yang akan ditawarkan kepada public?” tantang Danny Pomanto.

“Apakah Pak Wali tidak keberatan bila di setiap terbitan buku FIB PRESS dicantumkan logo pemerintah kota Makassar? Dalam artian bahwa buku tersebut mendapar dukungan penuh dari pihak pemkot Makassar baik biaya penerbitan maupun pemasaran?” tanya Supratman Supa Athana.

Danny Pomanto balik menantang.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam memasarkan produk kebudayaan adalah terletak pada kemasan.

“Saya sangat terkesan denga apa yang dilakukan oleh Korea dalam hal pemasaran suatu produk. Bila kita tertarik pada kemasan makan orang akan tertarik untuk memahami lebih jauh pesan dan nilai yang terdalam dari sebuah produk. Sulsel sangat kaya dengan nilai filosofi dan kepahlawanan tapi persoalannya bagaimana itu ditampilkam dalam suatu ikon yang dapat menarik perhatian public atau masyarakat internasional,” jelas Danny Pomanto.

“Saya kira Pak Wali pemikirannya banyak dipengaruhi oleh filosofi arsitek,” ujar Maqbul Halim, Komisaris PT GMTD {Gowa Makassar Tourism Development} yang juga hadir pada pertemuan tersebut.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved