Breaking News:

Kasus Suap Nurdin Abdullah

Sebelum Jadi Saksi Agung Sucipto, Nurdin Abdullah Jadi Saksi Edy Rahmat di KPK

Sebelum Jadi Saksi Agung Sucipto, Nurdin Abdullah Jadi Saksi Edy Rahmat di KPK

WA Ali Fikri
Jubir KPK Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka dugaan korupsi perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021 Nurdin Abdullah.

Gubernur Sulsel Nonaktif itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain dalam kasus yang sama.

Ia diperiksa sebagai saksi atas Tersangka mantan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

Jubir KPK mengatakan, Tersangka NA diperiksa di Kantor KPK Jl Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/6/2021).

"Tersangka NA diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ER (Edy Rahmat)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri via pesan WhatsApp, Kamis (10/6/2021).

Dalam pemeriksaan tersebut, NA ditanya terkait adanya dugaan penerimaan gratifikasi.

"Ia dikonfirmasi terkait dugaan penerimaan berbagai gratifikasi dalam bentuk uang melalui tersangka Edy Rahmat dalam pemeriksaan tersebut," jelasnya.

Seperti diketahui, Agung Sucipto selaku terdakwa penyuap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) menjalani sidang keempat.

Dengan agenda pemeriksaan saksi ketiga di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021).

Dengan Nomor perkara 34/pid.Sus-TPK/2021/PN Mks, yang terdaftar sejak tanggal 5 Mei 2021.

Ada tujuh saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini.

Namun, hanya lima yang hadir, yaitu Raymond Ferdinand Halim, Petrus Yalim, H Andi Gunawan, Siti Abidah Rahman, dan Gubernur Sulsel non-aktif Nurdin Abdullah, yang hadir secara virtual dari Jakarta.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota, yaitu M. Yusuf Karim, dan Arif Agus Nindito.

Sementara Agung Sucipto hadir melalui Zoom di Lapas Klas I Makassar, dengan di dampingi tiga penasehat hukumnya, yaitu M Nursal, Danny Kaylimang, dan Ardianto.

Penasehat Hukum NA, Arman Hanis dimintai komentar terkait pemeriksaan NA sebagai saksi, namun hingga berita ini diturunkan, pesan singkat tidak dibalasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved