Breaking News:

Tribun Sulsel

Pemeriksaan 8 Saksi Tersangka Kasus Dugaan Suap Nurdin Abdullah, 2 Mangkir

Pemeriksaan 8 Saksi Tersangka Kasus Dugaan Suap Nurdin Abdullah, 2 Mangkir

WA Ali Fikri
Jubir KPK Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil penyidikan pemeriksaan saksi tersangka Nurdin Abdullah.

Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri menginformasikan terkait hasil penyidikan beberapa saksi.

"Update hasil penyidikan (8 Juni 2021) perkara dugaan TPK Suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata Ali Fikri via pesan WhatsApp, Rabu (9/6/2021).

Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk Tsk NA, Edy Rahmat (ER) dan Agung Sucipto (AS).

"Mega Putra Pratama (swasta), Andi Kemal Wahyudi (swasta), Rober Wijaya (swasta), para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari beberapa pihak kepada Tsk NA karena telah mendapatkan beberapa paket pekerjaan proyek di Pemprov Sulsel," katanya.

Selain itu, saksi lainnya pengusaha Petrus Yalim.

"Petrus Yalim (swasta), dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya aliran penerimaan sejumlah uang dalam bentuk gratifikasi pada Tsk NA," ujarnya.

Ada juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas PUTR Sulsel.

"Andi Sahwan (PNS), dikonfirmasi antara lain terkait dengan paket pekerjaan proyek pada dinas Binamarga Pemprov Sulsel," katanya.

Tidak hanya itu, KPK merilis hasil penyidikan beberapa saksi yang diperiksa belum lama ini.

"Beberapa waktu sebelumnya bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik juga telah memeriksa beberapa saksi untuk Tsk NA dan kawan-kawan.

"Kwan Sakti Rudy Moha (wiraswasta), Herman Sentosa (wiraswasta), Imelda Obey (wiraswasta), para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh Tsk NA dalam bentuk sejumlah uang," katanya.

Namun ada beberapa saksi yang mangkir dari panggilan KPK.

"La Ode Darwin (Karyawan Swasta) dan Arief Satriawan (Konsultan), tidak hadir dan segera akan dilakukan penjadwalan dan pemanggilan kembali," tambahnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved