Tribun Politik

Gambaran Pilgub Sulsel 2024, KPU Tetapkan DPB 6.203.428 Jiwa

Gambaran Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024, KPU Tetapkan DPB 6.203.428 Jiwa

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
KPU Sulsel menggelar pleno penetapan rekapitulasi DPB tingkat Sulsel dipimpin Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir dan dihadiri oleh komisioner lainnya serta diikuti oleh semua pejabat struktural di Sekretariat KPU Sulsel, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024 ataupun Pemilihan Umum Legislatif 2024 masih tiga tahun lagi.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan (KPu Sulsel) menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) tingkat provinsi Sulawesi Selatan untuk Mei 2021.

Pleno penetapan rekapitulasi DPB tingkat Sulsel dipimpin Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir dan dihadiri oleh komisioner lainnya serta diikuti oleh semua pejabat struktural di Sekretariat KPU Sulsel, Selasa (8/6/2021).

Komisioner KPU Sulsel Divisi Data dan Informasi, Uslimin mengatakan pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan rutin dilakukan setiap bulan antara tanggal 6 hingga 10.

Hasil pemutakhiran Mei 2021 total pemilih 24 kabupaten kota se-Sulsel tercatat hingga 31 Mei 2021 sebanyak 6.203.428 pemilih.

"Rinciannya laki-laki 3.009.659 dan perempuan 3.193.769 pemilih," katanya.

Uslimin menyampaikan, sepanjang periode Mei 2021, pemilih baru tercatat sebanyak 3.240 orang. Rinciannya laki-laki 1.639 pemilih dan perempuan sebanyak 1.601 pemilih.

Di lain pihak, hasil pemutakhiran sepanjang Mei 2021 diketahui pula bahwa terdapat 1.982 pemilih yang telah masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat alias dicoret dari DPB (Daftar Pemilih Berkelanjutan). Rinciannya; 1.023 laki-laki, dan 953 perempuan.

Uslimin melanjutkan, dari 1.982 pemilih TMS di Bulan Mei 2021, 1.906 di antaranya diketahui telah meninggal dunia. 

Kemudian teridentifikasi ganda sebanyak 83 orang, pindah domisili sebanyak 789 orang (638 di Luwu, 73 di Soppeng, 35 di Bone, 16 di Palopo, sembilan di Lutra dan Sinjai, enam di Toraja Utara, dua di Enrekang, serta satu di Bantaeng).

Kemudian beralih status menjadi TNI tujuh orang, Gowa lima orang dan masing-masing satu orang di Maros dan Pangkep.

Ada pula beralih status menjadi anggota Polri sebanyak tiga orang, satu di Gowa dan dua di Enrekang, serta diketahui bukan lagi sebagai penduduk setempat sebanyak empat orang.

"Secara keseluruhan, dibandingkan hasil DPB April sebelumnya dengan DPB yang pleno penetapannya berlangsung di aula KPU Sulsel siang tadi, terdapat penambahan 1.258 pemilih dari total pemilih sebelumnya April 2021 yang tercatat di angka 6.202.170 pemilih menjadi 6.203.428," terangnya.

Meski secara total terdapat peningkatan 1.258 pemilih, namun dari data yg diterima KPU Provinsi, 10 kabupaten kota diketahui mengalami penurunan jumlah pemilih dari bulan April, dan 14 lainnya meningkat. 

Kesepuluh kabupaten kota yang pemilihnya berkurang itu adalah Selayar, Takalar, Gowa, Sinjai, Pangkep, Barru, Sidrap, Luwu, Luwu Utara dan Makassar. 

Uslimin mengatakan, dari 10 kabupaten kota tersebut, daerah terbesar penyusutan pemilihnya adalah Luwu (255 pemilih), Gowa (158 pemilih), Sinjai (143 pemilih) dan Barru (120 pemilih).

Sebaliknya, dari 14 kabupaten kota yang mengalami peningkatan jumlah pemilih dibanding bulan April sebelumnya adalah (tiga besar) Bantaeng (880 pemilih), disusul Pinrang (362 pemilih), dan Lutim (249 pemilih) serta Toraja Utara (221).

Ia mengatakan, daftar pemilih baru dan pemilih TMS, segera diumumkan oleh KPU Sulsel melalui papan pengumuman di kantor, website KPU Provinsi (sulsel.kpu.go.id), serta di media sosial resmi KPU Sulsel. (*)

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved