Corona Delta
Virus Corona Varian Delta Sudah Masuk Indonesia dan Infeksi 32 Warga, 4 Wilayah Mulai 'Diserang'
Virus Corona varian delta sudah masuk Indonesia dan infeksi 32 warga, 4 Wilayah mulai 'diserang'
TRIBUN-TIMUR. COM - Varian Virus Corona varian B.1.617.2 atau disebut juga varian Delta sudah ada di Indonesia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, virus delta sudah ada 32 infeksi.
Varian Delta ini salah satu yang masuk dalam daftar varian virus corona yang perlu diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Iya, sudah menyebar di Indonesia, ada 32 kasus yang terdeteksi dari genom sekuensing," ujar Nadia seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (6/6/2021).
Beberapa peneliti dari berbagai negara menduga bahwa varian Delta berpengaruh besar terhadap gelombang virus corona yang mengancam India saat ini.
Varian ini juga disebut paling berbahaya karena mereka mampu bermutasi dan dapat membuat strain lebih mudah menular.
Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa varian Delta ini memiliki tingkat penularan 50 persen lebih tinggi daripada varian Alpha atau varian B.1.1.7.
Bahkan penularannya lebih cepat dari virus corona yang pertama kali muncul di China pada tahun 2019 lalu.
Berikut daftar wilayah Indonesia yang sudah memiliki pasien positif covid varian Delta.
- DKI Jakarta
- Jawa Tengah
- Kalimantan
- Tengah Sumatera Selatan
Cara Mencegah Penularan Virus Covid Varian Delta
Selain mejaga kebersihan dan menerapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi), cara efektif untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan vaksinasi.
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 memberikan perlindungan 81 persen terhadap varian Delta.
Sedangkan untuk varian B.1.1.7 memberikan perlindungan sebesar 87 persen.
Kondisi terkini India
Kondisi terkini India, jasad masih dibuang ke sungai gangga hingga jamur hitam renggut pasien Corona.
India masih mendapat sorotan pascameledaknya kasus Covid-19 yang menelan sejumlah korban.
Kematian terus terjadi hingga membuat warga melakukan berbagai hal aneh.
Ada yang mandi kotoran sapi, minum urine hewan hingga ritual potong lidah untuk usir Covid-19.
Namun Covid-19 tak kunjung hilang. Bahkan Virus Corona tersebut makin ganas.
Asap dari kremasi jasad pun terus mengepul, hingga India sempat diumpamakan seperti medan peperangan.
Saat ini, negara di Asia Selatan tersebut tengah melawan gelombang kedua, dengan hampir 28 juta kasus terjadi.
Beberapa waktu lalu kondisi kesehatan di India kian runyam, di mana hampir seluruh rumah sakit kekurangan oksigen.
Pasien-pasien terpaksa bergeletakan di jalanan dan lorong-lorong rumah sakit.
Kabar buruk lainnya adalah, sebuah video yang merekam dua orang membuang diduga jenazah pasien Covid-19 ke sungai.
India Pecah Rekor Covid-19, Dalam 24 Jam Positif Tembus 20 Juta Kasus, RS Menyerah: Butuh Oksigen (AFP)
Pelaku diidentifikasi bernama Sanjay Kumar dan Manoj Kumar.
Keduanya lalu ditangkap setelah pengguna jalan memergoki mereka pada Sabtu (29/5/2021).
Rekaman itu memperlihatkan salah satu dari mereka mengenakan pakaian pelindung dan berdiri di tepi jembatan di Balrampur.
India Today mewartakan, keduanya kemudian membuang jenazah yang diduga korban Covid-19 ke Sungai Rapti.
Polisi setempat menyatakan, mereka mengidentifikasi mayat tersebut sebagai Premnath.
Dikutip dari Kompas.com, sayangnya tak disebutkan hubungannya dengan para pelaku.
Dilansir New York Post pada Ahad (30/5/2021), Premnath dilarikan ke rumah sakit pada 25 Mei, di mana dia dinyatakan positif virus corona.
Dia meninggal saat dirawat, dengan rumah sakit awalnya menyerahkan jasadnya ke keluarga untuk dikremasi.
Potongan dari video yang viral di India memperlihatkan dua orang pria membuang jenazah diduga korban Covid-19 ke sungai (TWITTER via New York Post)
Namun, mayat Premnath ternyata dibawa oleh Sanjay dan Manoj Kumar ke sungai untuk dibuang begitu saja.
Video ini terjadi dua pekan setelah otoritas India menemukan 70 jasad yang mengapung di Sungai Gangga, di mana mereka disinyalir adalah korban Covid-19.
Saat ini, negara di Asia Selatan tersebut tengah melawan gelombang kedua, dengan hampir 28 juta kasus.
Sembuh dari Covid-19 meninggal karena jamur
Seorang pria di India yang baru sembuh dari Covid-19 dilaporkan meninggal karena terinfeksi tiga jenis jamur.
Kunwar Singh awalnya dirawat di rumah sakit Ghaziabad, Negara Bagian Uttar Pradesh, karena terpapar virus corona pada musim semi.
Media "Negeri Bollywood" melaporkan pada akhir pekan, Singh terserang jamur yang diyakini komplikasi karena corona.
"Jamur kuning, disamping putih dan hitam, terdeteksi saat endoskopi," kata Dokter BP Triyagi pada Sabtu (29/5/2021).
Kantor berita Press Trust India memberitakan, pria berusia 59 tahun itu meninggal karena ada racun di darahnya.
Dr Tyagi, pakar THT, mengatakan Singh adalah salah satu pasien pertama yang terserang tiga jamur sekaligus.
Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Saat ini, Dr Triyagi merawat pasien yang terkena jamur kuning, di mana dia juga baru sembuh dari Covid-19.
Dilasnir RT Minggu (30/5/2021), fungus itu terdeteksi dekat otak, yang berakibat setengah rahang pasien harus diangkat.
Dr Triyagi menjelaskan, jamur kuning lebih berbahaya karena gejalanya yang sulit dikenali saat memengaruhi organ dalam.
Sementara itu jamur hitam, dikenal juga sebagai mukormikosis, dinyatakan sebagai penyakit yang harus dilaporkan berdasarkan UU Penyakit Epidemi di Uttar Pradesh.
Di Ghaziabad, sekitar 65 persen didiagnosis terinfeksi, yang semuanya diyakini karena komplikasi Covid-19.
Saat ini, terdapat hampir 27,9 juta kasus virus corona dengan 325.000 korban meninggal di India.
Di saat perjuangan "Negeri Bollywood" melewati gelombang kedua, kasus infeksi jamur juga mulai berkembang.
Sejumlah negara bagian sudah mendeklarasikannya sebagai epidemi, di mana terdapat hampir 12.000 kasus infeksi jamur hitam.
Sumber: Kompas TV dan Kompas.cpm
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/virus-corona-kenali-gejala-virus-corona-jenis-baru-e484kataueek.jpg)