Breaking News:

Tribun Opini

AGH Sanusi Baco Dalam Versi Lain

Beberapa dekade kemudian bertemu kembali ditahun 80-an, tetapi kehebatannya telah menjadi Perwira Tinggi TNI

Editor: Imam Wahyudi
AGH Sanusi Baco Dalam Versi Lain
ist
H. Amiruddin Alie

Oleh H. Amiruddin Alie (Pensiunan Notaris)

DI tahun 1937, lahir seorang lelaki dari daerah pedalaman di Kabupaten Maros, yang ayahnya bisa ditebak hidup dalam kesederhanaan bernama Baco dan anaknya bernama Sanusi dan anaknya konsisten dengan penggunaan nama ayahnya sebagai identitas daerah Bugis. 

Karena ada teman yang akan mengikuti Pendidikan Militer di Pulau Jawa mengganti namanya secara hukum (di Pengadilan Negeri) menjadi Amsak yang semula di kampungnya di Kabupaten Soppeng dikenal yang bersangkutan bernama Ambo Sakka. 

Beberapa dekade kemudian bertemu kembali ditahun 80-an, tetapi kehebatannya telah menjadi Perwira Tinggi TNI merangkap menjadi anggota DPRD Provinsi (dwi fungsi ABRI)  yang bersangkutan sendiri menyampaikan. 

Kesederhanaan lainnya yang dimiliki AG, yaitu pada suatu kesempatan AG. KH. SANUSI BACO mengatakan "Bahwa bilamana mendapat panggilan/telepon dari seseorang untuk berceramah agama/lainnya jangan ditanya tempat lebih dahulu tetapi waktunya”, ini suatu pembelajaran untuk para mubalig kita. 

Selanjutnya AG tersebut dikenal besar namanya di negara tetangga karena ada teman bahwa apakah kenal yang namanya AG. KH. SANUSI BACO maka teman tersebut tiba-tiba merasa mendapatkan” durian runtuh” karena AG tersebut mendapatkan undangan berceramah agama dan hebatnya beliau mengajak teman tersebut untuk menemaninya. 

Alumni Mangkoso, Kabupaten Barru. 

Ketika beranjak dewasa dimasukkan Sanusi di sekolah Pesantren yang secara kebetulan satu alumni dengan Buya Hamka yang dari Sumatera Barat. 

Begitu hebatnya sejarah Pesantren Mangkoso Kabupaten Barru tempat kelahiran penulis. Kedua alumni tersebut telah dikenal di dalam dan diluar negeri. 

Satu dari terakhir di Bulan Agustus 2005 dan berkesan anak sulung saya, yang kini sudah menjadi pelanjut/penerus yang mendampingi saya pada saat akad nikah secara langsung, AG. KH. Sanusi Baco yang mendoakannya dan memberikan nasehat perkawinan. 

Terakhir Pada tanggal 16 Mei 2021 pagi-pagi sekali untuk menghindari kerumunan, kami dengan isteri dengan protokol kesehatan (sesuai anjuran pemerintah) melayat ke rumah duka yang letaknya tidak jauh dari rumah (Kompleks IDI).

Tetapi setelah di Jalan A.Pettarani kami harus turun (untuk semua kendaraan) dengan berjalan kaki kira-kira beberapa meter tiba-tiba mobil teman saya tersebut mendapatkan dispensasi untuk langsung ke rumah duka (plat merah), saya dengan istri dan teman tersebut langsung ke ruangan tempat disemayamkan dan mendoakan almarhum.  

Semoga diterima amal kebaikannya selama di dunia, walaupun saya tidak pernah mendengar orang-orang cerita kejelekannya. 

Sekarang belum kelihatan/kedengaran seperti AG.KH. Sanusi Baco, seorang ulama/tokoh untuk semua golongan. 

Dan namamu akan dikenang sepanjang sejarah di Sulawesi Selatan, Amin ya Rabbal Alamin. 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved