Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tiongkok Lirik Pembangunan PLTSa Tamangapa, Tim Percepatan Ungkap Bakal Habiskan 2 Triliun

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengakui, telah malkukan komunikasi dengan sejumlah investor asing tersebut.

Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang terekam menggunakan kamera drone di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar, Sabtu (19/9/2020). Banyaknya sampah yang masuk di TPA Tamangapa, butuh solusi jangka panjang karena sudah over kapasitas. Penambahan lahan baru tidak bisa terus menerus dilakukan. Termasuk mempercepat proses pembangunan TPA Regional Mamminasata. Sampah yang semakin menumpuk ini dapat memicu terjadinya longsor dan dapat menghasilkan gas metana yang dapat memicu terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian materi dan mengancam kesehatan dan keselamatan penduduk yang berada di sekitar lokasi TPA. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah investor asing mulai melirik rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengakui, telah malkukan komunikasi dengan sejumlah investor asing tersebut.

Meski demikian, pihaknya tak ingin tergesa-gesa melakukan lelang terbuka konstuksi PLTSa.

Lelang dibuka setelah dilakukan pemantapan perencanaan sebelum proyek ini dilelang terbuka.

Menurut Danny, investor asing yang melirik pengerjaan pembangunan PLTSa ini didominasi dari Tiongkok.

"Sudah lebih seratus dari lima tahun lalu. Macam-macam asal investornya, China (Tiongkok) paling banyak. Sementara investor lainnya ada Jepang, Amerika, Finlandia, Polandia," ujarnya, Rabu (3/5).

Ia menjelaskan, alasan Pemkot membangun proyek PLTSa ini, mengingat kapasitas TPA Tamangapa sudah overload dan perlu dirampungkan secepatnya.

"Segera akan kami lakukan lelang, sementara kita konsolidasi dulu soal lelang, koordinasikan dengan pusat. Serta mematangkan perencanaan konstruksi," jelasnya.

PLTSa tersebut dinilai akan memberikan percepatan dalam mengolah sampah di TPA Tamangapa.

Sebelumnya diberitakan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang telah kelebihan kapasitas. Pemerintah dinilai tak serius menangani persoalan sampah.

Saat ini, tumpukan sampah di TPA Tamangapa, sekitar 30 meter, bak gunung.

Volume sampah yang masuk di TPA sekitar 900 ton per hari yang berasal dari 15 Kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan PLTsa Kota Makassar, Saharuddin Ridwan mengatakan, pihaknya akan selektif dalam memilih investor.

Pasalnya, anggaran untuk proyek ini besar dan dikalkulasikan menghabiskan Rp2 Triliun.

"Artinya harus disiapkan ini investor karena dia akan besar, besar dia punya keuangan untuk kelola ini. Karena semua bebannya di mereka," kata Sahar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved