Breaking News:

Pemprov Sulsel Gagal Raih WTP

Gagal Raih WTP, Ni'matullah Erbe: Peringatan Keras untuk Pemprov Sulsel

Gagal Raih WTP, Ketua DPRD Sulsel Ni'matullah Erbe Sebut Peringatan Keras untuk Pemprov Sulsel

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Ketua Demokrat Sulsel Ni'matullah Erbe 

Ullah menjabat sebagai wakil Ketua DPRD Sulsel selama 10 tahun prestasi Raihan Opini WTP tersebut.

"Kita ikut sedih, bagaimana pun kami juga ada Kontribusi di situ, kita berhasil meraih wtp 10 tahun," kata Ullah.

Namun Ullah meyakini, ada beban bagi pemeriksa keuangan kalau dia harus mengeluarkan predikat opini WTP bagi Pemprov Sulsel.

Sebab, kata dia, faktanya Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah tersandung kasus dugaan suap proyek infrastruktur Sulsel.

"Dan memang ada beberapa hal tanda petik agak parah, terutama pengaturan proyek dan sebagainya jadi temuan pihak BPK. Di sisi lain kita ambil hikmahnya supaya eksekutif lebih berhati-hati dan lebih mau bekerja keras," tandasnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hanya memberikan predikat Opini Wajar dengan pengecualian atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020. 

"BPK memberi opini wajar dengan pengecualian," kata Kepala BPK RI perwakilan Sulsel Wahyu Priyono dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat (28/5/2021).

Rapat Paripurna dihadiri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dipimpin oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari.

Wahyu mengatakan ada tiga catatan yang menyebabkan Pemprov Sulsel gagal meraih opini WTP.

Pertama BPK menemukan adanya penyajian bantuan keuangan yang didasarkan pada peraturan gubernur Nomor 85 Tahun 2020, tentang perubahan kedua tentang penjabaran perubahan APBD 2020 yang tidak diketahui oleh DPRD Sulsel.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved