Tribun Majene
Tak Terima Diputuskan Pacar, Mahasiswa Asal Majene Nekat Gantung Diri Sambil Video Call
Seorang pemuda di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Seorang pemuda di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya.
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tak terima diputus oleh wanita pujaan hatinya.
Peristiwa ini terjadi di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Majene, Rabu (26/5) malam sekitar pukul 19:30 Wita.
Korban bernama Naufal berusia 21. Dia adalah seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Majene, AKP Jamaluddin dari hasil pemeriksaan sementara korban diduga bunuh diri.
Korban bunuh diri dengan cara gantung diri dengan menggunakan seutas tali nilon di dalam kamar depan rumah nya.
"Ini murni kasus bunuh diri," kata Jamaluddin.
Penyebab pria ini nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan asmara.
Korban tidak terima diputuskan oleh wanita pujaan hatinya.
"Korban sempat bercakap (menelpon) pacarnya kalau dia mau bunuh diri," paparnya.
Ironisnya lagi korban melakukan video call dengan pujaan hatinya untuk memperlihatkan detik detik mengakhiri hidupnya
"Jadi pacarnya juga sempat syok malam itu," sebutnya.
Karena pacarnya, syok, perempuan sang pujaan hatinya juga mencoba menghakiri hidupnya karena tidak tega melihat korban bunuh diri.
Dalam peristiwa ini, Polisi tidak menemukan tanda-tanda luka kekerasan di tubuh korban.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara atas peristiwa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seorang-pemuda-ditemukan-ditemukan-tewas-gantung-diri-di-passarang.jpg)