Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penanganan Covid

Sebulan Lagi Kadaluarsa, Ribuan Vaksin Astrazeneca 'Mengendap' di Gudang Dinkes Sulsel

Ribuan Vaksin Astrazeneca 'mengendap' di Gudang Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Muhammad Ichsan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ribuan Vaksin Astrazeneca 'mengendap' di Gudang Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Vaksin itu ditampung lantaran belum mendapat rekomendasi penggunaan atau petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.

"Terkait Astrazeneca, sesuai arahan Kementerian Kesehatan, sementara kita masih menunggu instruksi penggunaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Muhammad Ichsan kepada wartawan, Kamis (27/5/2021) siang.

"Jadi sementara kita kip (tampung) di gudang dinas kesehatan sejumlah 3.210," sambungnya.

Menurut Muhammad Ichsan, saat ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sementara melakukan pemeriksaan terkait Baskin tersebut.

"Badan POM sementara melakukan penyelidikan kembali, tentu itu yang menjadi patokan kami untuk penggunaanya," ujar Ichsan.

Penyelidikan ulang itu dilakukan setelah ditemukan adanya kasus pembekuan darah setelah disuntik vakisn Astrazeneca.

Vaksin Astrazeneca itu sendiri diperkirakan akan memasuki masa kadaluarsa atau expired pada Juni mendatangan.

Sementara untuk proses vaksinasi di tingkat kabupaten/kota lanjut Ichsan masih terus berjalan.

Pihaknya mengaku memfokuskan vaksinasi kepada guru dan lanjut usia.

"Untuk vaksinasi di kabupaten kota terus berjalan, saat ini kita fokuskan untuk guru dan lansia. Walaupun juga angka yang lansia ini baru lima persen," terang Ichsan.

Sementara untuk vaksinasi guru lanjut dia sudah dikisaran angka 60 persen.

Alasannya menfokuskan vaksinasi terhadap para guru, lantaran pemerintah menjadwalkan sekolah tatap muka dalam waktu dekat ini.

"Kita berharap semuanya ini terlaksana sampai Juni karena pemerintah akan mberlakukan sekolah tatap muka," tuturnya.

Untuk stok vaksin sinovac yang digunakan untuk pelayanan publik kata Ichsan telah didistribusikan ke masing kabupaten/kota.

"Stoknya ini sudah tersedia di kabupaten/kota. Stoknya masih ada 42.029," bebernya.(Tribun-Timur/Muslimin Emba)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved