Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

KPK Sudah 3 kali Perpanjang Masa Tahanan Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat

KPK Sudah 3 kali Perpanjang Masa Tahanan Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat

WA Ali Fikri
Jubir KPK, Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tersangka dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan (Sulsel) ada tiga orang.

KPK mengonfirmasi ketiga orang tersebut yakni Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (NA), mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, serta Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat (ER)

Ketua KPK Firli Bahuri pada rilis kasus tersebut, Sabtu (27/2/2021) lalu menyebut, NA dan ER diduga sebagai penerima.

Sementara, pengusaha yang merupakan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) diduga sebagai pemberi.

"Sebagai penerima NA dan ER disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ujar Firli.

"Sebagai pemberi, AS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," tambahnya.

Ketiganya pun ditahan di Rutan KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal (27/2/2021) sampai (18/3/2021).

"NA ditahan di Rutan Cabang KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, ER ditahan di Rutan Cabang KPK pada Kvling C1 dan AS ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih," katanya.

Hingga Kamis (18/3/2021) lalu, masa tahanan ketiganya diperpanjang 40 hari. Hal tersebut diutarakan Jubir KPK Ali Fikri, Rabu (17/3/2021).

"Rabu (17/03/2021) Tim Penyidik KPK memperpanjang penahanan Tsk NA dkk masing-masing selama 40 hari terhitung sejak tanggal 19 Maret 2021 sampai dengan 27 April 2021," ujar Ali Fikri via pesan WhatsApp.

Lokasi penahannya tetap sama.

"Tsk NA di tahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Tsk ER ditahan di Rutan KPK Kavling C1, Tsk AS ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih," ujarnya.

"Perpanjangan ini diperlukan oleh Tim Penyidik KPK untuk melakukan pengumpulan alat bukti guna melengkapi berkas perkara dimaksud," lanjutnya.

Hingga 27 April, kembali memperpanjang masa tahanan Nurdin Abdullah (NA) dan Mantan Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat (ER).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved