Tribun Luwu Utara
Pengurus IPMR Sebut Excavator Dinas PUPR Luwu Utara di Rampi Disewakan ke Warga, Per Jam Rp600 Ribu
Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) menyoroti perbaikan jalan antar desa di kampung mereka.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUTRA.COM, RAMPI - Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IPMR) menyoroti perbaikan jalan antar desa di kampung mereka.
IPMR melayangkan sorotan sebab perbaikan jalan sudah beberapa bulan tidak berjalan.
Khususnya perbaikan jalan yang menghubungkan Desa Rampi dengan Desa Tedeboe, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Ketua IPMR, Ramon Dasinga mengatakan, alat berat berupa excavator yang selama ini memperbaiki jalan di Rampi sadah lama tidak beroperasi
Excavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Luwu Utara justru sibuk mengerjakan lahan pribadi warga yang akan dibuat kolam.
"Excavator Dinas PUPR yang ada di Rampi sudah tidak memperbaiki jalan, malah sibuk mengerjakan lahan warga untuk dijadikan kolam ikan," kata Ramon, Selasa (25/5/2021).
Menurut Ramon, warga yang ingin membuat kolam menyewa excavator tersebut Rp 600 ribu per jam.
"Itu kalau solar tidak ditanggung operator, kalau operator yang tanggung solar lebih mahal lagi, sewanya Rp 900 ribu per jam," bebernya.
Ramon menyayangkan kelakuan operator excavator.
Sebab perbaikan jalan Rampi-Tedeboe belum tuntas.
"Perbaikan jalan mulai macet setelah pilkada, padahal sebelum pilkada perbaikan jalan sangat masif," katanya.
Plt Kepala Dinas PUPR Luwu Utara, Rusydi Rasyid belum menanggapi sorotan dari IPMR.
Pesan WhatsApp yang dikirim sejak sore tadi belum ia respon.
Rampi adalah kecamatan terpencil di Luwu Utara.
Belum ada jaringan telepon dan internet di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/excavator-milik-pupr-luwu-utara-yang-ada-di-kecamatan-rampi.jpg)