Breaking News:

Tribun Jeneponto

HPMT Jeneponto Desak Polisi Tahan Oknum Kepsek Cabul

Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Jeneponto mendesak pihak Polres Jeneponto agar segera menahan oknum Kepsek pelaku tindak asusla

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Ketua HPMT Jeneponto, Edy Subarga, Senin (2552021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mendesak pihak Polres Jeneponto agar segera menahan pelaku tindak asusila oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMK berinisial KR.

KR diduga melakukan tindakan asusila kepada siswi beberapa bulan lalu dan status KR sudah tersangka.

Meski statusnya tersangka tetapi tidak dilakukan penahanan terhadap KR karena diberikan penangguhan oleh penyidik.

Hal ini membuat beberapa lembaga kecewa atas diberikannya penangguhan kepada tersangka karena kasusnya cukup sensitif di kalangan masyarakat.

Ketua HPMT Jeneponto, Edy Subarga menyampaikan akan melakukan aksi demonstran atas kekecewaan kepada pihak penegak hukum yang membiarkan tersangka berkeliaran.

Makanya itu, pihak HPMT akan mendesak polisi agar melakukan penahanan terhadap Kepsek yang sudah tersangka melakukan tindakan asusila.

"Mendesak Kapolres Jeneponto untuk menuntaskan kasus dugaan asusila oleh oknum kepala sekolah SMK di Jeneponto," ujarnya, Senin (25/5/2021).

Menurutnya, apabila KR ini terus diberikan penangguhan maka besar kemungkinan akan terjadi konflik di masyarakat antara keluarga korban asusila dan pelaku.

"Mendesak Polres Jeneponto untuk segera melakukan penahanan tersangka asusila SMK 1 Jeneponto untuk menghindari konflik," beber Edy Subarga.

Kata dia lagi, apabila persoalan seperti ini tidak mampu diselesaikan oleh pihak kepolisian maka Kapolres di minta mundur dari jabatannya.

"Meminta Kapolres Jeneponto untuk memundurkan diri dari jabatannya apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan dugaan asusila di SMK 1 Jeneponto," tegasnya.

Beredar juga isu bahwa saat itu oknum kepsek SMK Jeneponto mengajak siswinya ke Kabupaten Bantaeng dan memintanya melepas jilbabnya.

"Ayo ke Banteang. Bukami jilbabnu," tutupnya.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved