NU Sulsel

AGH Najamuddin Aklamasi Sebagai Rais Syuriah NU Sulsel Gantikan AGH Sanusi Baco

AGH Najamuddin adalah Guru Besar pada Departemen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas dan Syeikhul Ma'had Pesantren An Nahdlah Makassar

Editor: AS Kambie
dok.tribun
AGH Najamuddin Abd Shafa MA, Rais Syuriah NU Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Anre Gurutta Haji (AGH) Prof Dr Najamuddin Abd Safa MA, terpilih aklamasi menjadi Rais Syuriah Nahdlatul Ulama Sulsel, NU Sulsel.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, FIB Unhas, itu disepakati mengganti AGH Sanusi Baco sebagai Rais Syuriah NU Sulsel melalui rapat Pengurus Harian Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulsel, PWNU Sulsel, Selasa (25/5/2021) siang.

Rapat dihadiri, antara lain, Dewan Syuriah yang terdiri dari Wakil Rais, Khatib dan Wakil Khatib.

Pertemuan para ulama yang memberikan pandangan terk itu digelar di Rumah Makan Ulu Juku, Makassar.

AGH Najamuddin (kiri, duduk depan) usai rapat dewan Syuriah NU Sulsel di RM Ulu Juku Makassar, Selasa (25/5/2021) siang.
AGH Najamuddin (kiri, duduk depan) usai rapat dewan Syuriah NU Sulsel di RM Ulu Juku Makassar, Selasa (25/5/2021) siang. (dok.tribun)

Dalam pandangan tertulis KH Kaswad Sartono selalu Wakil Rais Syuriah PWNU Sulsel mengatakan, kondisi Rais Syuriah berhalangan tetap, sebaiknya diqiyaskan pada saat pemilihan Rais Aam PBNU, yaitu Wakil Rais Aam yang ada di bawahnya, maka untuk itulah Al-Mukarram AGH Najamuddin dinilai pas untuk menempati Rais Syuriah PWNU Sulsel.

AGH Najamuddin Abd Shafa MA bersama cucu pertama
AGH Najamuddin Abd Shafa MA bersama cucu pertama (dok.tribun)

Wakil Rais Syuriah DR KH Andi Aderus memberikan masukan terkait Rais Syuriah nantinya adalah pemersatu, sehingga Rais Syuriah sebaiknya tidak merangkap jabatan.

“Mungkin sebaiknya beliau independen dan secara kealiman ilmu sangat mendukung,”  ujar DR KH Andi Aderus yang juga akademisi UIN Alauddin ini.

Di sisi lain Prof Dr A Kadir Ahmad, mengatakan, Rais Syuriah adalah koordinator, makanya selepas AGH Sanusi Baco perlu dilakukan transformasi Syuriah.

“Bahwa kepakaran dan keilmuan ulama itu berbagai macam, untuk itu Syuriah ke depan membagi rata peran keulamaan,” ujar peneliti utama Litbang Kemenag Makassar itu.

AGH Najamuddin bersama istri, Dra Faridah Rahman MA
AGH Najamuddin bersama istri, Dra Faridah Rahman MA (dok.tribun)

Senada Wakil Rais Syuriah KH Andi Abdul Hamzah mengungkapkan, "Gerakan dakwah Ulama NU yang tergabung di Syuriyah perlu di giatkan kembali, dan perlu kembali diintensifkan kajian Bahtsul Masail untuk menjawab permasalahan umat dewasa ini.”

Dari berbagai pandangan rapat harian Syuriah  PWNU Sulsel semuanya sepakat meminta kesediaan AGH Najamuddin sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel.

Setelah diminta kesediannya sebagai Rais Syuriah PWNU Sulsel, AGH Najamuddin yang juga mantan Ketua Jurusan Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas mengisyaratkan kesediaan.

“Banyak yang menanyakan ke saya terkait pengganti Rais Syuriah, saya hanya memberikan jawaban sesuai mekanisme dan aturan yang ada, jangan paksa saya jika berlawanan dengan aturan dan mekanisme yang ada,” kata AGH Najamuddin.

"Tentunya amanah ini cukup berat, apa masukan yang lahir dari pertemuan ini saya akan melaksanakan kepemimpinan yang kolektif di syuriah,” ujar AGH Najamuddin menambahkan.

Syeikhul Ma'had Pesantren An Nahdlah Makassar ini mengungkapkan, ke depan perlu kembali kita aktifkan forum bahtsul masail sebagai forum untuk mengkaji secara mendalam dan memberikan jawaban persoalan-persoalan keumatan dewasa hari ini.

“Saya terpilih ini kecelakaan, karena terlanjur masuk di jajaran syuriah karena ini amanah alim ulama yang hadir, Insya Allah saya akan lanjutkan amanah Anregurutta KH Muh Sanusi Baco sebagai tanggung jawab saya sebagai seorang murid dan kita yag hadir disini adalah murid-murid gurutta,” jelas AGH Najamuddin.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved