Jamur Hitam India
Penyakit Jamur Hitam India Melonjak, Mata dan Rahang Pasien Harus Diangkat untuk Cegah Infeksi
Penyakit jamur hitam India melonjak, mata dan rahang pasien harus diangkat untuk cegah infeksi besar
Mucormycetes secara alami ada di tanah dan bahan organik yang membusuk, tetapi begitu berada di dalam manusia dapat menginfeksi kantong udara di belakang dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata dan gigi.
Beberapa dokter mengatakan, terjadi kepanikan penggunaan steroid untuk mengobati Covid-19 India yang berdampak pada penyebaran jamur hitam.
Pasien virus corona dengan diabetes dan sistem kekebalan yang lemah juga sangat rentan terkena jamur hitam.
Muncul setelah pasien Covid-19 dibuang ke sungai
Warga India, khususnya yang berdiam di sekitar Sungai Gangga, akhir-akhir ini sering menyaksikan puluhan jenazah korban Covid-19, yang dibiarkan mengapung di sungai.
Hal itu terkuak dari sebuah dokumen pemerintah negara bagian di India yang berhasil dilihat oleh Reuters.
Diberitakan sebelumnya, ada puluhan mayat ditemukan mengapung di Sungai Gangga diduga sebagai korban Covid-19.
Media-media lokal membuat laporan bahwa jenazah-jenazah yang mengapung di Sungai Gangga dan anak sungainya dalam beberapa hari terakhir terkait dengan Covid-19.
Namun, negara bagian Uttar Pradesh masih bungkam terkait penyebab banyaknya jenazah yang mengapung di Sungai Gangga.
"Pemerintah memiliki informasi bahwa jenazah yang meninggal karena Covid-19 atau penyakit lainnya dibuang ke sungai, bukannya ditangani sesuai ritual yang tepat," tulis seorang pejabat senior Uttar Pradesh Manoj Kumar Singh dalam surat tertanggal 14 Mei kepada para pemimpin distrik yang berhasil dilihat oleh Reuters.
“Akibatnya, ada banyak mayat yang muncul di sejumlah sungai di banyak tempat,” sambung Singh dalam suratnya itu.
Dalam suratnya itu, Singh menulis bahwa pelarungan jenazah korban Covid-19 tersebut diesebabkan oleh sejumlah faktor.
Faktor-faktor tersebut seperti kurangnya dana untuk membeli kayu bakar untuk kremasi, kepercayaan di beberapa komunitas, dan keluarga yang meninggalkan korban Covid-19 karena takut tertular.
Dia meminta pejabat tingkat desa untuk memastikan supaya tidak ada jenazah yang dibuang ke sungai lagi.
Singh menambahkan dalam suratnya bahwa pemerintah negara bagian akan memberikan uang 5.000 rupee (Rp 970.000) untuk mengkremasi atau menguburkan jenazah kepada masing-masing keluarga miskin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/india-dilanda-jamur-hitam-saat-covid-19-makin-ganas.jpg)