Tribun Edukasi
Berbeda dengan Anjing, Ini Alasan Kenapa Serigala Susah Dijinakkan
Serigala memiliki fisik seperti anjing. Anjing dikenal sebagai sahabat manusia. Lalu bagaimana dengan serigala?
Mengutip dari Seeker, para ahli mengatakan jika anjing dan serigala memiliki masa awal pertumbuhan yang berbeda jauh.
Sehingga saat dewasa pun, naluri dan sifat kedua hewan ini berbeda.
Anjing bisa menjadi sahabat manusia dan serigala tetap menjadi hewan liar.
Saat usia dua minggu, serigala masih buta, tuli serta berusaha mengenali lingkungan sekitarnya.
Ketika sensor pendengaran dan penglihatannya mulai aktif, serigala memiliki kejutan sensorik sehingga mereka cenderung merasa takut.
Berbeda dengan anjing, yang saat sensor pendengaran dan penglihatannya aktif, anjing cenderung menyukai dan berusaha mengeksplorasi kemampuannya ini.
Anjing tidak memiliki kejutan sensorik sehingga tidak merasa takut dengan perubahan dalam dirinya.
Anak anjing saat berusia dua minggu tidak bisa bangun serta berjalan-jalan.
Sedangkan anak serigala saat usia dua minggu, sudah bisa berjalan dengan kuat, menjelajah lingkungan sekitarnya, serta mulai memanjat bukit kecil.
Para peneliti mengungkapkan, jika manusia hanya membutuhkan waktu 90 menit interaksi untuk menghilangkan rasa takut dan menjadi lebih akrab dengan anak anjing.
Interaksi ini bisa dimulai saat anak anjing berusia empat dan delapan minggu.
Sedangkan untuk anak serigala, manusia harus menjalin interaksi selama 24 jam penuh untuk menghilangkan sedikit rasa takut dan menjalin keakraban dengan hewan ini.
Interaksi dengan anak serigala sudah harus dimulai sejak usianya sebelum tiga minggu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bisakah Serigala Dijinakkan?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/08/153209869/bisakah-serigala-dijinakkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-serigala-22520211.jpg)